Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waspada! Wabah Chikungunya Diduga Serang Satu Dusun di Sumberagung Grobogan, Ketahui Ini Gejalanya

Intan Maylani Sabrina • Senin, 19 Mei 2025 | 19:16 WIB
PE: Petugas saat mengecek jentik yang ada di bak penampungan air milik warga Desa Sumberagung Kecamatan Ngaringan.
PE: Petugas saat mengecek jentik yang ada di bak penampungan air milik warga Desa Sumberagung Kecamatan Ngaringan.

GROBOGAN - Dugaan wabah chikungunya menyerang warga RT 01 RW 03 Dusun Pondok, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan.

Sebanyak 12 warga mengalami gejala yang sama dalam waktu cepat.

Diketahui, mereka rata-rata mengalami gejala demam tinggi, nyeri sendi, tubuh terasa kaku, hingga gatal-gatal.

Penyebaran penyakit ini dilaporkan berlangsung cepat dan menyerang banyak orang dalam waktu hampir bersamaan.

Adanya kejadian tersebut, petugas Puskesmas Ngaringan segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap warga yang mengalami keluhan. Sebanyak 12 orang telah diperiksa secara klinis. 

Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Grobogan, Gunawan Cahyo Utomo, mengatakan bahwa sementara ini diagnosis dilakukan berdasarkan gejala karena keterbatasan alat uji. 

“Diperiksa berdasarkan klinis, kebetulan rapid test chikungunya kosong,” ujarnya.

Warga yang mengalami gejala telah mendapatkan pengobatan dari petugas kesehatan.

Selain itu, Puskesmas juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. 

Edukasi ini dilakukan bersamaan dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang melibatkan partisipasi aktif warga setempat.

Sebagai bentuk pencegahan lebih lanjut, petugas juga membagikan larvasida kepada warga untuk ditaburkan ke tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi dan tong air, guna membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti yang berpotensi menularkan virus chikungunya.

Tidak berhenti sampai di situ, rencana pengendalian vektor nyamuk juga telah dijadwalkan.

Pada Selasa (20/5), Dinkes akan melakukan pengasapan atau fogging di wilayah terdampak untuk menekan populasi nyamuk dewasa.

Salah satu warga pelapor, Happy, menyatakan bahwa hampir seluruh warga satu dusun mengalami gejala yang mirip.

"Sering sakit panas, badan kaku, hingga gatal-gatal. Setiap ada satu keluarga yang kena, satu lingkungan bisa ikut terdampak. Gejalanya hampir sepekan ini,” ujarnya.

Meskipun belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), petugas kesehatan terus memantau perkembangan situasi.

Petugas juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada chikungunya, serta terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan lebih lanjut. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #Chikungunya #nyamuk #nyeri sendi