Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Patut Dijadikan Contoh, BUMDes Kuwariron Jaya Grobogan Ubah Sampah Plastik jadi BBM

Intan Maylani • Jumat, 2 Mei 2025 | 19:33 WIB
MENUNJUKKAN: Direktur BUMDes Kuwariron Jaya Ali Sadzali saat menunjukkan hasil pengolahan sampah menjadi BBM.
MENUNJUKKAN: Direktur BUMDes Kuwariron Jaya Ali Sadzali saat menunjukkan hasil pengolahan sampah menjadi BBM.

GROBOGAN - Inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kuwariron Jaya Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Grobogan.

Tak main-main, aset BUMDes pun yang dulunya kecil kini meroket mencapai Rp 850 juta.

Direktur BUMDes Kuwariron Jaya, Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Ali Sadzali mengatakan, inovasi mengubah sampah non-organik menjadi bahan bakar minyak itu dilakukan menggunakan teknologi yang sebelumnya dipinjamkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jateng.

"Saat itu baru dipinjami. Kalau sudah sesuai target baru dihibahkan. Karena sekarang sudah sesuai target, pada Januari 2025 ini akhirnya dihibahkan," jelasnya.

Ali selama ini melihat persoalan sampah bukan sebagai beban, melainkan peluang usaha yang berkelanjutan.

Selama ini sampah organik yang masuk telah bisa diolah menjadi kompos.

Sedangkan sampah non-organik terutama dari plastik rumah tangga diubah menjadi bahan bakar solar tersebut.

"Mulai dari sampah plastik berbagai warna, bungkus makanan dan plastik rumah tangga lainnya yang tidak bisa terurai di tanah. Bisa diproses pirolisis," jelasnya.

Menurutnya, plastik bening memang memiliki kualitas minyak yang lebih bagus.

Namun, selama ini, plastik jenis dan warna apapun disatukan.

"Dari proses tersebutkan menghasilkan tiga jenis BBM, mulai dari bensin, minyak tanah dan solar. Namun, karena kecil (Red, prosentase bensin dan minyak tanah) akhirnya digabung menjadi Solar Dex setara Oktan 92," ujarnya.

Ali mengklaim kualitas solar hasil olahan BUMDes bahkan lebih tinggi dari solar komersial yang dijual di pasaran.

"Sudah dites BRIN pusat," imbuhnya.

"Malah harga jualnya lebih tinggi ketimbang solar saat ini. Dulunya saya jual Rp 6.800 kemudian Rp 10 ribu," jelasnya.

Kenaikan harga tersebut sesuai permintaan konsumennya melihat kualitas yang cukup bagus.

"Pemakaian bisa lebih ngirit atau tahan lama. Kemudian asap yang dikeluarkan tidak hitam. Sehingga lebih milih pakai produk BUMDes Kuwariron tersebut," ujarnya.

Selama ini hasil produksinya dimanfaatkan warga desa setempat untuk alat pertanian.

Dalam sehari mampu menghasilkan 30 liter BBM maksimal mencapai 75 liter.

"Sayangnya, karena keterbatasan kapasitas produksi, solar hasil olahan tersebut baru digunakan oleh warga desa Kuwaron. Kalau bisa lebih mungkin bisa meluas lagi," ungkapnya.

Harapannya ke depan, BUMDes tersebut bisa memiliki mesin lagi.

"Sehingga kalau lembur ada temannya. Serta permintaan konsumen bisa terpenuhi," imbuhnya.

Ali pun mengaku tak terlalu memiliki kendala dalam merawat mesin tersebut.

"Tips perawatannya, setiap hari dibersihkan dari kerak-kerak. Selain awet produksinya juga membuat pengolahan semakin lancar. Biasanya sore habis kegiatan didiamkan. Pagi sebelum memulai dibersihkan," imbuhnya.

Kini di bawah kepemimpinan Ali Sadzali ini telah mengembangkan lima unit usaha, yakni pengelolaan sampah, pelatihan kerja, sektor pertanian, jasa konstruksi, dan usaha perdagangan.

Namun, dari kelimanya, unit pengelolaan sampah menjadi yang paling berkembang pesat. Omzetnya pun mencapai jutaan hingga miliaran rupiah.

"Dari pengelolaan sampah terpadu ini kami membagi menjadi lima yakni sub unit pengambilan sampah rumah rangga dengan omzet Rp 97 juta," ujar Ali.

"Kemudian sub unit produksi solar dengan Rp 72 juta, sub unit bank sampah Rp 27,5 juta, sub unit pupuk organik Rp 42 juta, dan sub unit rezycology (pressing limbah botol plastik) mencapai Rp 9,6 miliar," jelasnya.(int)

Editor : Ali Mustofa
#BBM #grobogan #solar #BUMDes #ubah sampah