GROBOGAN - Di Jalan Hayam Wuruk Kota Purwodadi terdapat pendirian dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri yang berdiri sejak tahun lalu.
Operasional bangunan senilai Rp 2 miliar tersebut menunggu dari GN terkait ploting SPPI.
Founder dapur umum SPPG mandiri di Kota Purwodadi Untung Prasetyo yang juga Ketua Yayasan Cahaya Hati mengatakan, saat ini dia sedang menjalani proses verifikasi.
"Kemarin sudah melengkapi semua dokumen yang diminta. Tinggal menunggu dari BGN terkait ploting SPPI," terang Untung.
Beberapa waktu lalu, pihaknya sudah menjalani beberapa tahapan mulai dari pendaftaran, melengkapi berkas, verifikasi hingga perjanjian kerjasama (PKS). Dari setiap step ada masa tunggu yang harus dilalui.
Selama kelengkapan sesuai juknis sudah dilengkapi mitra, ia menilai prosesnya akan lebih cepat. Beda halnya jika masih ada kekurangan, pasti revisi.
"BGN sangat ketat, jadi calon dapur mitra harus benar-benar sesuai standar BGN. Mereka juga sangat teliti. Karena ini program nasional yang di canangkan oleh bapak presiden," katanya.
Lebih lanjut disampaikan, pada proses pendaftaran BGN tidak memungut sepeser pun.
Adapun semua anggaran yang dikeluarkan untuk persiapan dapur umum SPPG mandiri itu sendiri (gedung, peralatan, perlengkapan dll).
"Untuk prosesnya, Maret revisi beberapa hal yang kurang sesuai dengan petunjuk. April kami menunggu petunjuk selanjutnya dari BGN," imbuhnya.
Diketahui, biaya untuk modal mendirikan dapur umum SPPG bisa mencapai Rp 1-2 miliar.
Dipakai untuk memenuhi modal utama seperti dua unit mobil boks, sewa lahan hingga penyiapan gedung dapur dan kelengkapan lainnya (foodtray dll, Red).
Tak sendiri, Untung bersama rekannya sebanyak 10 orang telah berinvestasi besar untuk mendirikan dapur umum SPPG mandiri tersebut.
Diketahui, bangunan itu berdiri di atas lahan milik Isnaini Nurnainingsi seluas 1.800 meter persegi.
Bangunan tersebut terlihat sudah siap operasional. Di lokasi turut dilengkapi gudang penyimpanan bahan makanan yang dilengkapi empat alat pendingin (freezer) dan peralatan dapur.
Di samping itu juga ada ruang administrasi, ruang gizi, ruang kantor, dan tempat penataan platy.
Untung mengklaim, dapur umum itu bisa memenuhi satu titik dengan kemampuan produksi sekitar 3.000-4.000 porsi (bisa memenuhi sekolah di radius 5 km). (Int)
Editor : Ali Mustofa