Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Grobogan Raih Juara tiga di Capacity Building Keris Jateng 2025

Intan Maylani • Jumat, 18 April 2025 | 23:45 WIB
PROMOSI INVESTASI: Pemkab Grobogan saat menerima juara 3 dalam Rakor Capacity Building dan Business Matching Keris Jateng 2025 di Ballroom PO Hotel Semaraang.
PROMOSI INVESTASI: Pemkab Grobogan saat menerima juara 3 dalam Rakor Capacity Building dan Business Matching Keris Jateng 2025 di Ballroom PO Hotel Semaraang.

RADAR KUDUS - Kabupaten Grobogan berhasil meraih juara 3 melalui Pengolahan Sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dalam Rapat Koordinasi Capacity Building dan Business Matching Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris) Jawa Tengah Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom PO Hotel Semarang.

Kegiatan tersebut menjadi ajang kompetisi penyusunan proyek investasi unggulan di 35 kabupaten/kota di Jateng yang menyertakan peran pemerintah daerah.

Portofolio yang sejumlah wilayah buat itu siap dipromosikan di dalam maupun luar negeri.

"Portofolio yang kami usulkan di sektor renewable energi atau energi terbarukan. Terkait Pengolahan Sampah menjadi RDF. Berlokasi di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi," ujar Sekretaris DPMPTSP Grobogan, Abdul Munib Susanto.

Proposal tersebut siap ditawarkan kepada investor dengan harapan para investor tertarik masuk ke Kabupaten Grobogan. Pembuatan proposal ini digunakan sebagai ajang promosi dalam beberapa event untuk pemasaran

"Setelah dibantu promosi oleh Provinsi Jateng, sudah ada beberapa investor yang hendak masuk ke wilayah Grobogan.

Beberapa waktu lalu yang sudah siap bekerjasama Banyumas. Tapi ini masih menimbang-nimbang lagi," ujarnya.

Selain itu, investor dari Australia juga sempat melakukan penjajakan, namun belum bisa dipastikan karena masih menimbang konsep terbaik.

"Belum bisa dipastikan. Masih menimbang konsep terbaik untuk wilayah Grobogan ini. Ke depan juga masih akan dibahas lagi di tim internal pemkab," ujarnya.

Munib berharap nantinya bisa saling menguntungkan bagi investor dan pemkab. "Harapan kami tentunya ada investor yang mau mengelola sampah di Kabupaten Grobogan," ujarnya.

Menurutnya, RDF ini solusi yang menjanjikan untuk mengatasi masalah sampah perkotaan sekaligus menyediakan sumber energi terbarukan.

RDF juga sebagai ernergi alternatif yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

"RDF ini kan menghasilkaan panas sehingga tepat sebagai bahan bakar fosil. Selaras dengan itu, di Kabupaten Grobogan terdapat PT Semen Grobogan yang membutuhkan RDF sebagai cofiring bahan bakar batu bara.

PT Semen Grobogan berencana akan memanfaatkan RDF untuk mengganti bahan bakar batu bara sebesar 20 persen," jelasnya.

Munib berharap agar pemkab segera membuat formula terbaik. "Saat ini kita upayakan segera menetapkan format terbaik seperti apa. Kami sebatas menawarkan. Leading sektor di DLH," ungkapnya. (Int)

Editor : Mahendra Aditya
#grobogan #promosi investasi #RDF