TOROH, Radar Kudus – Komitmen tinggi ditunjukkan oleh Suprapto, warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto.
Dengan dana pribadi, ia membangun fasilitas dapur MBG lengkap senilai miliaran rupiah di atas lahan miliknya sendiri seluas 600 meter persegi.
Gedung dapur berwarna biru itu kini nyaris rampung 100 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2025.
Fasilitas ini dibangun oleh CV Prima Pratama Putra, perusahaan milik Suprapto, dan didesain sesuai standar nasional untuk memproduksi makanan bergizi bagi ribuan siswa.
"Ini bentuk komitmen saya untuk menyukseskan program Presiden Prabowo. Dapur MBG ini nanti akan melayani distribusi makanan bergizi ke seluruh Kecamatan Toroh," ujar Suprapto.
Baca Juga: Petani Grobogan Tertipu Rp3,2 Miliar! Diiming-imingi Proyek Beras Makan Bergizi Gratis (MBG)
Fasilitas Modern Setara Restoran
Gedung dapur dibagi menjadi tiga bagian utama: dapur masak, ruang distribusi, dan kantor operasional.
Area dapur dilengkapi alat masak modern, seperti rice cooker industri yang mampu memasak hingga 50 kilogram nasi per unit.
Dengan 10 unit alat tersebut, dapur ini mampu memproduksi hingga 10 ribu paket makanan sekali masak.
Selain itu, dapur dilengkapi peralatan memasak sayur berstandar tinggi, sistem sterilisasi, penghisap asap otomatis, hingga pengukur nutrisi oleh ahli gizi.
Semua alat dan proses dipastikan steril dan aman, dengan dukungan teknologi pendeteksi kebocoran gas yang akan menutup aliran gas secara otomatis jika terjadi masalah.
"Seluruh proses memasak dilakukan dengan takaran gizi sesuai standar nasional. Kesehatan dan keamanan makanan adalah prioritas kami," tambahnya.
Rp 4,5 Miliar dari Kantong Sendiri
Untuk membangun dapur MBG ini, Suprapto mengaku telah menggelontorkan dana pribadi hingga Rp 2 miliar untuk pembangunan gedung, dan Rp 2,5 miliar lagi untuk perlengkapan dapur.
Peralatan yang digunakan juga tidak main-main, mulai dari panci industri, kompor besar, fresh air system, hingga wadah makanan dari stainless steel yang satuannya bisa mencapai Rp 60 ribu.
“Kami juga menyediakan pasokan air bersih hingga 100 ribu liter untuk kebutuhan masak,” jelasnya.
Suprapto menuturkan, meski proyek MBG ini berasal dari program pusat, hingga saat ini belum ada dana bantuan pemerintah untuk pembangunan fisik maupun operasional dapur.
Seluruh biaya ditanggung sendiri sebagai bentuk kontribusinya terhadap masyarakat.
Baca Juga: Ribuan Bonsai Adu Cantik di Grobogan, Juri Nasional Terkesima Penataan dan Kualitasnya
Siapkan 150 Pekerja Lokal dan Armada Distribusi
Rencananya, dapur MBG ini akan melibatkan hingga 150 warga sekitar Desa Kenteng sebagai tenaga kerja, mulai dari bagian memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Selain Kecamatan Toroh yang akan melayani sekitar 15 ribu siswa, program MBG juga akan menjangkau beberapa kecamatan lain di Grobogan, yaitu:
-
Kecamatan Geyer: 5.000 siswa
-
Kecamatan Tawangharjo: 3.000 siswa
-
Kecamatan Ngaringan: 5.000 siswa
-
Kecamatan Kradenan: 5.000 siswa
Total keseluruhan siswa penerima manfaat mencapai 33 ribu siswa di seluruh Kabupaten Grobogan.
"Selain dapur dan SDM, kami juga siapkan armada pengantar makanan langsung ke sekolah-sekolah. Setiap paket makanan bernilai Rp 10 ribu dan semuanya saya tanggung dulu dari dana pribadi," tandas Suprapto. (mun)
Editor : Mahendra Aditya