GROBOGAN – Insiden kecelakaan maut melibatkan pejalan kaki dengan kereta api Kembali terjadi di Kabupaten Grobogan.
Seorang pria tewas tertemper Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya-Semarang-Jakarta, di Desa Sambung, Kecamatan Godong.
Tepatnya di Km 39+7 petak jalan Stasiun Karangjati-Stasiun Gubug, Grobogan, pada Rabu (16/4).
Adapun korbannya seorang pria bernama Suko, 75, warga Dusun Bangkle, Desa Sambung, Kecamatan Godong
Menurut Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, masinis telah membunyikan suling lokomotif secara berulang sebagai tanda peringatan sebelum kejadian.
Namun korban tidak mendengar dan kejadian tidak dapat dihindari.
Imbas dari kejadian ini, KA Argo Bromo Anggrek mengalami keterlambatan 11 menit untuk berhenti dan melakukan pemeriksaan di Stasiun Gubug.
Setelah pemeriksaan oleh masinis, tidak ada kerusakan pada lokomotif maupun rangkaian kereta, sehingga KA bisa melanjutkan perjalanan.
Unit Pengamanan KAI segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk menangani korban.
PT KAI mengimbau masyarakat untuk tidak berkegiatan di jalur KA.
Dan selalu memperhatikan keselamatan saat berada di sekitar jalur kereta api.
Jalur kereta api merupakan area berbahaya yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api.
Kepala Desa Sambung, Arif Sofianto, menambahkan bahwa korban meninggal dunia di tempat dengan tubuh hancur. (Int)
Editor : Ali Mustofa