GROBOGAN – Diterjang banjir bandang, jembatan di Desa Dempel, Kecamatan Karangrayung ambrol.
Kini warga berinisiatif mengganti dengan jembatan darurat menggunakan material bambu selebar satu meter.
Salah satu warga setempat, Gufron mengatakan, beberapa pekan lalu jembatan berbahan cor itu ambrol setelah diterjang banjir bandang.
Lantaran menjadi akses vital di desa setempat. Akhirnya secara swadaya warga bersama pemdes membuat jembatan darurat selebar 4x4 meter tersebut.
"Ambrolnya jembatan itu bersamaan dengan banjir besar di beberapa kecamatan, sekitar sebulan atau dua bulan lalu. Saat itu hujan sangat deras. Dari hutan langsung turun, banjir, sehingga jembatan rusak parah," ujarnya.
Kini kondisi jembatan darurat itu tak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Bahkan, kendaraan roda dua yang melintas pun mesti bergantian dan berhati-hati.
Sementara ini, kendaraan roda empat dialihkan ke jalur lain.
Hal itu turut membuat kondisi jalan di kampung yang dilintasi kendaraan roda empat yang kerap melebihi muatan. Sehingga jalanan semakin rusak.
Warga pun berharap, jembatan yang ambrol segera diperbaiki Pemkab Grobogan.
"Harapannya ya segera mendapat tindaklanjut dari pihak terkait, segera dibangun lagi," katanya.
Sementara, Kades Dempel Soewarno menambahkan, pihaknya telah mengusulkan perbaikan jembatan tersebut ke OPD terkait.
Sehingga pembangunan jembatan itu akan segera dilakukan penanganan.
Keberadaan jembatan tersebut jadi akses ekonomi, pertanian hingga pendidikan. Sehingga penting untuk segera dieperbaiki.
"Selama ini juga merupakan salah satu jalan alternatif ketika ada rekayasa lalu lintas di jalan Boyolali-Karangrayung-Godong. Ini kan jalan alternatif. Akses Dempel ke Termas, Putatnganten, dan Temurejo. Nanti sampai ke Ginggangtani di Kecamatan Gubug," imbuhnya. (int)
Editor : Ali Mustofa