GROBOGAN – Siapa sangka, hobi nonton film bisa mengantar seseorang fasih berbahasa Inggris tanpa perlu kursus mahal?
Itulah yang dialami Zulfia Firdaus, perempuan asal Purwodadi yang kini mahir berbahasa asing berkat kegemarannya menyaksikan tayangan film, terutama genre detektif.
Dikenal akrab dengan nama Zulfi, perempuan kelahiran 30 Juni 1994 ini membuktikan bahwa belajar bahasa tak melulu harus lewat jalur formal.
Ia justru menyerap kosakata dan struktur kalimat bahasa Inggris dari aktivitas santai yang ia tekuni sejak kuliah.
Baca Juga: SOSOK Sezha Amelia Model Asal Grobogan yang Jadi Model Katalog Brand Fashion
Berawal dari Rasa Bosan
Ketertarikan Zulfi pada dunia film dimulai saat ia duduk di semester tujuh Teknik Informatika, Universitas Diponegoro.
Sebelumnya, ia lebih suka menghabiskan waktu dengan traveling ke berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Yogyakarta.
Namun ketika kegiatan kuliah semakin padat, aktivitas berkeliling daerah mulai dikurangi. Di situlah ia mulai mencari alternatif hiburan lain.
“Awalnya karena kekurangan hiburan. Saat itu semester akhir kuliah, saya suka travelling ke luar daerah. Namun saat menginjak semester tujuh, waktu jalan-jalan sedikit. Sehingga beralih ke nonton hingga keterusan sampai sekarang,” ungkapnya.
Dari sekadar iseng, aktivitas menonton itu berubah menjadi kebiasaan produktif. Ia mulai rutin menyaksikan berbagai film, terutama genre misteri dan detektif, yang menurutnya penuh dengan alur menarik dan menyimpan banyak wawasan tersembunyi.
Dari Sherlock Holmes hingga Bahasa Dunia
Zulfi menyebut film seperti Sherlock Holmes menjadi favoritnya. Selain jalan ceritanya menantang, film seperti ini juga sarat akan istilah-istilah baru, idiom, dan percakapan formal hingga slang khas penutur asli.
“Film sejenis detektif seperti Sherlock. Film seperti itu membuat saya mengerti banyak hal. Pengetahuan yang baru banyak saya dapat darisana. Terlebih dari menonton itu, saya menjadi belajar budaya, bahasa serta aktris dari beberapa negara tersebut,” tuturnya.
Tak hanya soal bahasa, ia juga menyerap nuansa budaya, cara berpikir, bahkan logika karakter-karakter di film tersebut.
Sebuah pengalaman yang tak bisa didapatkan dari buku pelajaran biasa.
Yang lebih menarik, Zulfi bahkan memilih menonton tanpa subtitle. Hal ini membuatnya harus berusaha ekstra memahami dialog yang diucapkan, sekaligus melatih kemampuan listening dan pronunciation.
“Jarang nonton yang ada subtitle. Sehingga saya benar-benar belajar mengeja dan menghafal bahasa tersebut,” tambah alumni SMAN 1 Purwodadi ini.
Belajar Bahasa Tanpa Sadar
Apa yang dilakukan Zulfi sebenarnya sejalan dengan konsep immersive learning dalam penguasaan bahasa asing.
Menurut sejumlah pakar linguistik, metode belajar yang melibatkan paparan konstan terhadap bahasa target melalui media seperti film, musik, dan podcast bisa mempercepat pemahaman tanpa tekanan.
Zulfi pun mengakui, kemampuan bahasa Inggris-nya meningkat drastis setelah rutin menonton film.
Ia mampu memahami percakapan sehari-hari, kosakata teknis, bahkan logat dan ekspresi khas dari berbagai negara.
“Benar-benar membawa pengaruh bagi pengetahuan saya setelah menonton,” pungkasnya.
Kini, hobi menonton film tak hanya jadi hiburan, tapi juga modal berharga untuk pengembangan diri.
Terlebih di era globalisasi, kemampuan bahasa asing menjadi salah satu syarat penting di dunia kerja dan jejaring internasional.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Eka Dyan asal Grobogan yang Kebanjiran Orderan Kue Kering
Inspirasi Bagi Generasi Muda
Zulfia Firdaus adalah contoh nyata bahwa belajar bisa datang dari mana saja. Bahkan dari aktivitas yang sering dianggap sepele seperti menonton film.
Dengan konsistensi dan ketertarikan yang tulus, hasil yang diraih bisa melampaui ekspektasi.
Dalam kesehariannya, Zulfi kini tinggal di Bangunharjo II, Kuripan, Purwodadi.
Ia tetap menjadikan film sebagai bagian dari rutinitas dan sesekali menulis ulasan atau merekomendasikan film berkualitas kepada teman-teman terdekatnya.
Bagi generasi muda yang mungkin merasa terbebani dengan metode belajar formal, kisah Zulfi adalah motivasi. Belajar bisa menyenangkan.
Yang penting adalah kemauan untuk terus menyerap pengetahuan, di mana pun dan kapan pun. (int)
Editor : Mahendra Aditya