GROBOGAN – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mengambil langkah serius dalam memastikan kelancaran perjalanan selama masa arus mudik Lebaran 2025.
Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah menyiagakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di sejumlah titik rawan, termasuk di KM 32+5/7 antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan akibat tingginya curah hujan yang bisa berdampak pada jalur rel.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen PT KAI untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan serta kenyamanan para pemudik.
Baca Juga: Alhamdulillah... Ratusan Peserta Mudik Gratis dari Jakarta Sudah Tiba di Pendapa Pati dengan Selamat
Ribuan Personel Disiagakan untuk Keamanan dan Kenyamanan
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan 2.862 personel untuk memastikan kelancaran perjalanan kereta selama musim mudik ini.
"Personel yang disiagakan terdiri dari masinis, asisten masinis, kondektur, prama/prami, customer service, serta petugas operasional lainnya.
Seluruhnya sudah mendapatkan pelatihan serta memahami SOP yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan," jelas Franoto.
Selain menyiapkan tenaga operasional, PT KAI juga memperkuat pengamanan di sejumlah titik rawan dengan menerapkan sistem pemantauan 24 jam.
15 Titik Rawan Jadi Fokus Pengamanan
Dari sisi infrastruktur, PT KAI Daop 4 Semarang telah mengidentifikasi 15 titik daerah rawan yang perlu perhatian ekstra.
Lokasi-lokasi ini memiliki potensi gangguan seperti banjir, amblesan, dan jembatan kereta api yang rentan terhadap cuaca ekstrem.
"AMUS telah disiapkan di lokasi-lokasi ini untuk mengantisipasi gangguan perjalanan. Material yang disediakan mencakup batu balas/kricak, bantalan rel, plat sambung, pasir, karung, serta berbagai peralatan lain yang diperlukan dalam kondisi darurat," tambahnya.
Selain kesiapan material, PT KAI juga menerjunkan 36 personel tambahan untuk pengamanan ekstra di sepanjang jalur rel.
Mereka terdiri dari:
✔ 8 personel petugas pemeriksa jalur (PPJ) ekstra
✔ 8 petugas jaga lintasan (PJL) ekstra
✔ 20 penjaga daerah rawan (PDR) ekstra
Kehadiran personel ini diharapkan dapat meminimalkan risiko serta mempercepat penanganan jika terjadi kendala di jalur kereta.
Inspeksi Ketat, Dari Jalan Kaki hingga Lori
Untuk memastikan kondisi jalur tetap aman, PT KAI juga melakukan inspeksi rutin terhadap sarana dan prasarana perjalanan KA.
Pengecekan dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari inspeksi lintas antar stasiun dengan berjalan kaki hingga menggunakan lori untuk menilai kondisi rel secara lebih detail.
"Dengan pengecekan yang ketat, kami ingin memastikan bahwa seluruh jalur dalam kondisi prima sebelum dan selama arus mudik berlangsung," kata Franoto.
Baca Juga: Mudik Gratis Membludak! 880 Pemudik Asal Pati Tiba, Tahun Depan Kuota Ditambah?
Mudik Lebih Aman dan Nyaman dengan Kereta Api
Musim mudik Lebaran selalu menjadi momen krusial bagi PT KAI, mengingat jutaan masyarakat mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi utama. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur dan personel menjadi prioritas dalam menjaga kelancaran perjalanan.
Dengan ribuan personel siaga, alat material yang telah disiapkan, serta pengawasan ketat di jalur-jalur rawan, PT KAI optimistis bahwa perjalanan mudik tahun ini bisa berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh penumpang.
Jadi, buat kamu yang memilih kereta api sebagai moda transportasi pulang kampung, siap-siap menikmati perjalanan yang lebih tenang tanpa khawatir gangguan cuaca! (int)
Editor : Mahendra Aditya