GROBOGAN - Dalam menekan kasus Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Tenaga kesehatan (nakes) di enam puskesmas yang ada di Kabupaten Grobogan mulai mendapatkan pendampingan tim ahli (SpOG dan SpA).
Kabid Kesmas Dinkes Grobogan dr Wahyu Tri Haryadi mengatakan sejumlah dokter spesialis turun gunung ke enam puskesmas yang memiliki angka kasus cukup tinggi.
Meliputi Puskesmas Karangrayung 1, Toroh 1, Klambu, Godong 1, Tawangharjo.
"Selama ini mereka sudah mendapatkan pelatihan. Terlebih saat ini di setiap puskesmas sudah tersedia alat Ultrasonografi (USG). Maka kehadiran dokter ahli ini untuk melakukan monitoring," ujar dr Wahyu.
Kedatangan dokter ahli itu sekaligus memantau pasca pelatihan kegawatdaruratan maternal neonatal belum lama ini.
"Melalui ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas nakes puskesmas dalam pelayanan antenatal, persalinan dan pelayanan masa nifas bagi ibu," ungkapnya.
Diungkapkan, saat ini kasus AKI dan AKB menjadi indikator penting untuk menentukan derajat kesehatan.
Di Kabupaten Grobogan, per tahun ini AKI telah ada 2 kasus serta AKB ada 30 kasus.
"Untuk kasus AKI penyebabnya karena eklamsia, sedangkan AKB rata-rata karena berat badan lahir rendah (BBLR) dan asfiksia," ungkapnya.
Menurutnya, dengan sudah adanya alat penunjang (USG) harapannya ke depan bisa menambah keterampilan nakes dalam menangani kegawatdaruratan bayi baru lahir.
Serta mampu menekan kasus AKI dan AKB. (int)
Editor : Ali Mustofa