KEREN! 53 Desa di Grobogan Ramai-ramai Ajukan Digitalisasi Desa, Warga Bisa Pantau Pembangunan Langsung dari Web!

Intan Maylani • Dipublikasikan Sabtu, 15 Maret 2025 | 22:31 WIB
MENUNJUKKAN: Kabid Pemberdayaan Masyarakat (Dispermades) Grobogan saat menunjukkan salah satu web desa.
MENUNJUKKAN: Kabid Pemberdayaan Masyarakat (Dispermades) Grobogan saat menunjukkan salah satu web desa.

GROBOGAN – Gelombang digitalisasi semakin merambah ke pelosok desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Setelah pemerintah pusat menetapkan 15 desa sebagai Desa Cerdas tahun lalu, kini sebanyak 53 desa lainnya mulai mengajukan diri untuk mengikuti program serupa.

Hal ini menandakan antusiasme tinggi dari masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik dan transparansi pembangunan.

Desa Cerdas, Lanjutan dari Smart City

Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Grobogan, Yuono Joko Susanto, menjelaskan bahwa program Desa Cerdas merupakan turunan dari inisiatif Smart City.

Grobogan sendiri telah masuk dalam gerakan 100 Smart City di Indonesia sejak 2021.

"Program ini adalah upaya untuk mendorong pembangunan dari tingkat bawah. Dengan Desa Cerdas, kami ingin masyarakat lebih adaptif terhadap perubahan zaman, khususnya dalam hal teknologi informasi dan komunikasi," ujar Yuono.

Melalui program ini, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi tulang punggung dalam meningkatkan pelayanan publik.

Masyarakat desa dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.

"Inovasi yang kami kembangkan adalah layanan informasi desa yang disajikan secara digital. Setiap desa telah membuat website berbasis Sistem Informasi Desa (SID)," tambah Yuono.

68 Desa Sudah Mandiri secara Digital

Dari 15 desa yang awalnya menjadi pilot project, kini jumlah desa yang menerapkan digitalisasi telah bertambah menjadi 68 desa.

Yuono menegaskan, desa-desa ini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan.

"Mereka sudah mampu memberdayakan diri secara mandiri melalui teknologi," katanya.

Website desa yang dikembangkan memungkinkan warga untuk mengakses berbagai informasi penting secara real-time.

Mulai dari data kependudukan, daftar pemilih tetap (DPT), arsip surat masuk dan keluar, hingga perkembangan pembangunan desa.

"Masyarakat bisa melihat grafik pertumbuhan penduduk, rencana pembangunan, bahkan inventaris proyek desa langsung dari web," jelas Yuono.

Manfaat Digitalisasi bagi Masyarakat

Digitalisasi desa tidak hanya memudahkan akses informasi, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pembangunan.

Warga dapat memantau langsung bagaimana anggaran desa digunakan, proyek apa saja yang sedang berjalan, dan apa yang direncanakan untuk masa depan.

"Ini adalah bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa," ujar Yuono.

Selain itu, program ini juga mendorong desa untuk lebih mandiri dalam mengelola sumber daya dan pelayanan publik.

Dengan adanya website desa, proses administrasi menjadi lebih efisien dan terorganisir.

"Warga tidak perlu lagi antre lama untuk mengurus surat atau informasi. Semua bisa diakses secara online," tambahnya.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski antusiasme tinggi, Yuono mengakui bahwa tidak semua desa siap menghadapi tantangan digitalisasi.

"Masih ada desa yang kesulitan dalam hal infrastruktur dan sumber daya manusia. Namun, kami terus memberikan pendampingan dan pelatihan," ujarnya.

Ke depan, Dispermades Grobogan berharap lebih banyak desa yang bergabung dalam program ini.

"Target kami adalah semua desa di Grobogan bisa menerapkan digitalisasi. Ini bukan hanya tentang teknologi, tapi juga tentang membangun desa yang lebih maju dan mandiri," pungkas Yuono.

Data Penunjang:

  1. Jumlah Desa yang Telah Digitalisasi: 68 desa (15 desa awal + 53 desa baru).

  2. Fitur Website Desa: Data kependudukan, DPT, arsip surat, rencana pembangunan, inventaris proyek, dan grafik pertumbuhan penduduk.

  3. Tujuan Program: Meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

Dengan digitalisasi, desa-desa di Grobogan tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga membuka pintu menuju kemandirian dan kemajuan.

Program ini menjadi bukti bahwa teknologi bisa menjadi alat ampuh untuk membangun desa yang lebih baik dan berdaya saing.(*)

Editor : Mahendra Aditya
grobogan website berbasis Sistem Informasi Desa smart city teknologi desa cerdas digitalisasi desa Digitalisasi desa Indonesia