GROBOGAN – Sebanyak 91 hektare tanaman padi dari 525 hektare area sawah yang terkena banjir di Kabupaten Grobogan terancam puso.
Padahal sudah memasuki masa panen.
”Kami berharap dari petani yang terkena banjir dan padinya mau panen tetap bisa panen," kata Sekda Grobogan Anang Armunanto dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir di aula Janajanuraga Mapolres Grobogan kemarin.
"Jika banjir sudah tiga hari tidak surut, terancam tidak bisa panen,” lanjutnya.
Dengan bisa ikut menikmati panen, petani Grobogan bisa menikmati hasil panen yang dibeli dari pemerintah dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 6.500 per kilogram.
Selain itu, sekda juga meminta bantuan dari lintas stakeholder untuk pembersihan rumah warga yang mengungsi, agar ketika warga kembali dari pengungsian rumah sudah nyaman. (mun)
Editor : Ali Mustofa