GROBOGAN– Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meminta penutupan tanggul jebol di Sungai Tuntang Kabupaten Grobogan selesai hanya sehari ini. Tujuannya, agar banjir tidak meluas ke daerah lain.
Ada tiga titik tanggul yang jebol di sungai tersebut, dengan ukuran berbeda-beda. Pertama, tanggul di Desa Baturagung, Gubug, sepanjang 25 meter.
Kedua, tanggul di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug panjang 10 meter. Ketiga, di Desa Sukoreko, Tegowanu, sepanjang 6 meter.
”Yang lebih cepat bagaimana itu (tanggul) bisa ditutup, agar tidak merambah ke desa lain,” kata Ahmad Luthfi usai melihat kondisi pengungsi di tiga titik di Kecamatan Gubug dan tanggul jebol di Baturagung.
Saat mengecek tanggul di Desa Baturagung, air masih terus mengalir menggenangi rumah warga serta area pertanian.
Jebolnya tanggul di Desa Baturagung mengakibatkan banjir merembet ke Desa Ringinkidul, Tambakan, dan desa lain.
”Prinsip, saya tidak mau tahu. Besok sing penting buntu (besok yang penting tanggul tertutup). Kalau ndak tertutup kasihan, karena aliran air terus menggenangi rumah warga,” ujarnya.
Untuk langkah selanjunya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk normalisasi tanggul.
Ia khawatir tanpa normalisasi, tanggul akan jebol lagi. Kemudian memodifikasi cuaca, agar saat masa perbaikan tanggul curah hujan berkurang.
Penyebab utama jebolnya tanggul ini, karena intensitas curah hujan ekstrem di wilayah hulu Rawapening.
Intensitas mencapai 160,5 mm atau lebih dari 150 mm sebagai batas status ekstrem.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga mengimbau agar warga tak menanam tanaman maupun mendirikan bangunan di sepanjang tanggul. Akar pepohonan bisa merusak tanggul.
Pihaknya akan kerja sama dengan babinkamtibmas, babinsa, dan kepala desa agar menyosialisasikan serta menertibkan hal ini.
Kabid Operasi dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juana Firli Abdurrachman mengatakan, percepatan penutupan tanggul jebol telah dilakukan.
Pihaknya mengupayakan selesai pada hari ini. Selain itu, pihaknya juga meminta pada warga melaporkan jika ada tanda-tanda kerusakan pada tanggul.
Usai meninjau tanggul, Gubernur Ahmad Lutfi melanjutkan agenda rapat koordinasi dengan Pemkab Grobogan dalam penanganan banjir di Mapolres Grobogan.
Bupati Grobogan Setyo Hadi mengatakan, banjir kali ini berdampak di 26 desa pada enam kecamatan.
Jumlah pengungsi menjadi 1.202 jiwa dan ada 5.501 rumah terendam banjir. Tak hanya itu, seluas 526 hektare area pertanian tergenang.
Dijelaskan, jumlah pengungsi ada di tiga desa. Pengungsi di Desa Baturagung bertempat di balai desa ada 126 jiwa, rumah saudara ada 276 jiwa, dan masjid ada 312 jiwa.
Di Desa Ringinkidul di gereja ada 88 jiwa dan di masjid ada 11 jiwa. Sedangkan di Desa Cangkring ada 200 pengungsi menginap di rumah saudara.
”Bantuan yang kami butuhkan mendesak adalah alat berat untuk menutup tanggul, paket sembako untuk pengungsi, serta perbaikan infrastruktur tanggul sungai dan jalan,” kata Setyo Hadi. (mun)
Editor : Ali Mustofa