GROBOGAN – Selama bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Grobogan tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sejumlah penyesuaian.
Jika sebelumnya siswa menerima makanan olahan seperti nasi dan lauk pauk, kini menu berganti menjadi takjil atau makanan kering yang lebih tahan lama, sehingga bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 032 Grobogan, Dion Novan Prawira, menjelaskan bahwa perubahan menu ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan para siswa yang menjalankan ibadah puasa.
“Menu yang disiapkan selama Ramadan berupa telur rebus, susu, dan kurma. Makanan ini lebih tahan lama dan dapat dibawa pulang untuk berbuka puasa,” ujarnya.
Anggaran Tetap, Kualitas Terjaga
Meski menu mengalami perubahan, nilai gizi dan anggaran per porsi tetap dipertahankan, berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 10.000.
Dion menambahkan bahwa pihaknya memastikan variasi menu setiap hari agar para siswa tidak merasa bosan dan tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup meskipun sedang berpuasa.
Distribusi makanan ke sekolah-sekolah juga tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan jadwal. Dengan demikian, para siswa tetap mendapatkan manfaat dari program MBG ini.
Sasaran Program Bertambah
Selain perubahan menu, cakupan penerima manfaat program ini juga bertambah signifikan.
Jika sebelumnya program MBG hanya mencakup delapan sekolah dengan total 1.243 porsi makanan per hari, kini jumlah sekolah penerima meningkat menjadi 11 sekolah dengan total distribusi 2.842 porsi per hari.
“Ada tiga sekolah tambahan yang baru menerima manfaat MBG, yaitu SMAN 1 Grobogan, SDN 1 Grobogan, dan MI Islamiyah,” ungkap Dion.
Adapun delapan sekolah sebelumnya yang sudah mendapatkan program ini adalah PAUD Adzuriah, KB Karima, TK Dharmawanita 1, SDN 4 Grobogan, TK Dharmawanita, RA Yatpi, SDN 2 Grobogan, dan SMPN 1 Grobogan.
Pemerintah daerah menargetkan agar program ini bisa menjangkau lebih banyak siswa hingga mencapai kuota maksimal 3.000 hingga 4.000 porsi per hari.
Potensi Manfaat dan Tantangan
Program MBG selama Ramadan tentu membawa berbagai manfaat, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi bagi siswa yang berpuasa.
Dengan adanya asupan bergizi seperti telur, susu, dan kurma, diharapkan daya tahan tubuh anak-anak tetap terjaga meskipun mereka menjalani aktivitas belajar sambil berpuasa.
Namun, perubahan ini juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah efektivitas pendistribusian makanan kering agar tetap higienis dan layak dikonsumsi saat berbuka.
Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa tidak ada potensi penyalahgunaan program, seperti distribusi yang tidak merata atau adanya pihak yang mengambil keuntungan dari program bantuan ini.
Dion menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau pelaksanaan MBG selama Ramadan agar tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni memastikan siswa mendapatkan asupan gizi yang cukup meski sedang menjalani ibadah puasa.
“Kami berkomitmen agar program ini terus berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak yang membutuhkan,” pungkasnya.
Dengan penyesuaian ini, diharapkan program MBG tetap bisa memberikan manfaat maksimal bagi para siswa selama Ramadan, sekaligus menjaga keberlanjutan program makan bergizi di Kabupaten Grobogan.(int)
Editor : Mahendra Aditya