GROBOGAN – Hampir 11 tahun KA Kedungsepur menjadi transportasi andalan masyarakat di Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.
Sejak pertama kali beroperasi pada September 2014 dengan rute Weleri-Gubug, layanan ini terus berkembang hingga akhirnya diperpanjang menjadi Semarang Poncol-Ngrombo per 1 Februari 2015 sampai saat ini.
Sebagai bagian dari komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam menyediakan layanan transportasi yang terjangkau dan berkualitas, KA Kedungsepur masuk dalam skema Kereta Api Public Service Obligation (PSO).
Layanan ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tarif terjangkau.
Subsidi untuk Transportasi Berkualitas
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa KA Kedungsepur merupakan satu-satunya KA PSO di wilayah Daop 4 Semarang.
Layanan ini tersedia dengan tarif hanya Rp 10 ribu untuk perjalanan satu kali.
"Keberadaan KA Kedungsepur menjadi favorit masyarakat. Tiketnya bahkan sudah banyak dipesan sejak pukul 00.00, karena dapat dibeli sepekan sebelum keberangkatan," jelas Franoto.
Sepanjang tahun 2024, jumlah pengguna KA Kedungsepur mencapai 286.444 penumpang, dengan rata-rata 784 penumpang per hari.
Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan kereta ekonomi bersubsidi yang tetap mengutamakan kenyamanan dan keamanan.
Seiring perjalanannya, KA Kedungsepur juga mengalami transformasi. Dari yang sebelumnya menggunakan rangkaian 4 Kereta Rel Diesel (KRD), mulai Februari 2025 beralih ke rangkaian 2 Kereta Ekonomi AC (K3 AC Split) yang ditarik lokomotif.
Kapasitas angkutnya pun meningkat menjadi 317 penumpang per perjalanan, terdiri dari 212 tempat duduk dan 105 penumpang tanpa tempat duduk.
"Dengan diterapkannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025, waktu tempuh KA Kedungsepur kini lebih cepat, yaitu 1 jam 42 menit," tambahnya.
Dampak Positif Bagi Masyarakat
Franoto menegaskan bahwa layanan KA PSO seperti Kedungsepur memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Selain menyediakan transportasi murah dan andal, keberadaannya juga membantu mobilitas masyarakat serta mendukung perekonomian daerah yang dilalui jalur kereta ini.
"KA PSO memungkinkan masyarakat dari berbagai kalangan ekonomi untuk menikmati transportasi yang nyaman dan aman.
Selain itu, layanan ini juga membantu meningkatkan perekonomian daerah yang dilewati, serta membuka peluang usaha bagi warga sekitar," jelasnya.
KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terbaik, dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan aksesibilitas bagi seluruh pelanggan.
Dengan subsidi yang tetap dipertahankan, KA Kedungsepur diharapkan terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi terjangkau dan efisien.
Jadwal Perjalanan KA Kedungsepur (Berlaku mulai 1 Februari 2025)
Tujuan Stasiun Ngrombo:
-
Berangkat Stasiun Semarang Poncol: 07.05 dan 13.50 WIB
-
Berangkat Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng: 07.19 dan 14.03 WIB
-
Berangkat Stasiun Alastua: 07.32 dan 14.16 WIB
-
Berangkat Stasiun Brumbung: 07.45 dan 14.29 WIB
-
Berangkat Stasiun Gubug: 08.07 dan 14.52 WIB
-
Tiba Stasiun Karangjati: 08.24 dan 15.09 WIB
-
Tiba Stasiun Sedadi: 08.39 dan 15.24 WIB
-
Tiba Stasiun Ngrombo: 08.52 dan 15.37 WIB
Tujuan Stasiun Semarang Poncol:
-
Berangkat Stasiun Ngrombo: 09.55 dan 17.05 WIB
-
Berangkat Stasiun Sedadi: 10.07 dan 17.17 WIB
-
Berangkat Stasiun Karangjati: 10.42 dan 17.32 WIB
-
Berangkat Stasiun Gubug: 11.01 dan 17.51 WIB
-
Tiba Stasiun Brumbung: 11.20 dan 18.10 WIB
-
Tiba Stasiun Alastua: 11.31 dan 18.22 WIB
-
Tiba Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng: 11.43 dan 18.35 WIB
-
Tiba Stasiun Semarang Poncol: 11.57 dan 18.47 WIB
Dengan berbagai peningkatan layanan, KA Kedungsepur tetap menjadi andalan bagi warga yang menginginkan perjalanan nyaman, cepat, dan terjangkau di wilayah Jawa Tengah.(int)
Editor : Mahendra Aditya