GROBOGAN - Di tengah kelangkaan pasokan gas elpiji 3 kilogram, warga di sejumlah desa Kecamatan Godong tak perlu pusing.
Karena selama bertahun-tahun telah memanfaatkan potensi gas rawa.
Plt Kepala Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatang, Sinung Arianto mengatakan, wilayah Godong Kabupaten Grobogan memiliki banyak titik potensi gas rawa yang sampai saat ini dimanfaatkan warga.
Seperti yang ada di Desa Manggarmas dan Rajek.
"Kami mendorong masyarakat mulai memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT). Terlebih di sana banyak ditemukan potensi gas rawa," ujarnya.
"Kami mendorong pemanfaatan gas rawa tersebut sebagai sumber energi alternatif pengganti elpiji. Terlebih di tengah gejolak minimnya pasokan gas melon," imbuhnya.
Menurutnya, dulunya wilayah Godong tepatnya daerah Mrapen merupakan laguna atau rawa yang tertutup.
Di sana terdapat pembentukan gas metana.
“Di Kecamatan Godong sekitar Api Abadi Mrapen banyak potensi gas rawa. Dulu daerah Mrapen merupakan laguna atau rawa yang tertutup dan di situlah ada pembentukan gas metana,” jelasnya.
Diketahui, seperti hal gas rawa yang ada di Desa Rajek. Setidaknya sampai saat ini masih sekitar 20 warga di desa tersebut yang masih memanfaatkan.
Pengelola Gas Alam Desa Rajek, Sarmadi mengatakan, bertahun-tahun warga menggunakan gas alam atau gas rawa untuk kebutuhan memasak.
Sehingga warga tidak bergantung dengan gas elpiji bersubsidi.
"Selain mampu menghemat pengeluaran ekonomi keluarga, adanya gas alam yang melimpah memberikan berkah tersendiri bagi warga, terlebih disaat banyaknya warga kesulitan mendapatkan gas elpiji bersubsidi tiga kilogram," ungkapnya. (int)
Editor : Ali Mustofa