Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ini Daftar Penyakit yang Bisa Dicek dalam Program Cek Kesehatan Gratis, Salah Satunya Kesehatan Mental dan Kanker

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 11 Februari 2025 | 18:45 WIB

CEK KESEHATAN GRATIS: Program Pengecekan Kesehatan Gratis di Kudus
CEK KESEHATAN GRATIS: Program Pengecekan Kesehatan Gratis di Kudus
RADAR KUDUS – Pemerintah akhirnya resmi membuka program Pengecekan Kesehatan Gratis (PKG) di Hari Ulang Tahun (warga) serentak secara nasional.

Untuk bisa melakukan cek kesehatan gratisi ini, silakan menuju ke Puskesmas yang daerahmu atau Puskesmas yang ditunjuk oleh pemkab melayani program PGK ini.

Di Grobogan, program pengecekan kesehatan gratis ini sudah berjalan.

Di dalam fasilitas kesehatan (faskes) tersebut terbagi menjadi lima klaster. Mulai dari klaster 1 untuk manajemen. Klaster 2 untuk kategori ibu hamil dan KIA.

Klaster 3 untuk dewasa dan lansia. Kemudian klaster 4 untuk penyakit menular serta ada lintas klaster untuk Farmasi, UGD, Fisioterapi dan lainnya.

Kabid Yankesjang Dinkes Grobogan dr Agus Budi Sarjono mengatakan selama ini pemeriksaan kesehatan gratis telah berjalan, namun kali ini lebih disempurnakan.

Pogram ini menyasar seluruh lapisan masyarakat mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia.

Jenis pemeriksaan yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, fungsi ginjal dan hati, tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, kesehatan mata, kesehatan gigi dan mental.

Di beberapa tempat, penyakit kanker juga bisa dicek melalui program cek kesehatan gratis ini. 

Kemudian layanan konsultasi dengan dokter, pemberian obat-obatan, dan rujukan ke rumah sakit.

"Selain mendaftar langsung ke faskes, masyarakat juga bisa mengakses melalui aplikasi Satu Sehat Mobil untuk mendaftarkan diri pada pelayanan kesehatan yang dipilih," ujar dr Agus Budi Sarjono.

Menurutnya, dengan PKG ini dimaksud untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya cek kesehatan sejak dini. Minimal satu kali dalam setahun. Hal ini dimaksud untuk mengidentifikasi faktor risiko sebelum jatuh sakit.

"Tadi untuk layanan ibu hamil dan balita bisa didapat di posyandu dan puskesmas. Sedangkan untuk anak sekolah 7-17 tahun juga akan mendapatkan PKG saat ajaran baru nanti. Karena akan ada layanan PKG ke sekolah," jelasnya.

Salah satu pelajar MA Sunniyah Selo, turut mengikuti rangkaian medical check up mulai dari cek kesehatan mata, gigi dan mental.

"Tadi sempat baca tes buta warna ishihara, sempat bingung karena baru pertama kali ini. Kemudian diajari cara bacanya, baru tahu seperti itu. Alhamdulillah lolos tidak buta warna, tambahnya.

Berbeda dengan di Kudus. Saat hari pertama programpengecekan keseatan gratis, Puskesmas di Kudus sepi. Salah satunya di Puskesmas Jati. Di sana banyak yang warga yang datang, tetapi tidak untuk cek kesehatan gratis.

Hal ini dimungkinkan karena wwarga belum mengetahui program ini. Untuk itu pihak Puskemas Jati akan melakukan sosialisasi agar banyak warga yang memanfaatkan program ini. (int/san/zen)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#kesehatan mental #kolesterol #kanker #grobogan #asam urat #pemkab kudus #ginjal #kesehatan fisik #gigi #TBC #liver #pemkab grobogan #Kudus #cek kesehatan gratis di hari ulang tahun #diabetes #cek kesehatan gratis #tekanan darah #gula darah