Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bentrok Suporter, Saling Lempar Botol Warnai Laga Persipur Purwodadi vs Persebi Boyolali

Sirojul Munir • Kamis, 6 Februari 2025 | 02:32 WIB

Pintu IGD RS Yakkum Dipecah Suporter
Pintu IGD RS Yakkum Dipecah Suporter

GROBOGAN – Laga panas antara Persipur Purwodadi dan Persebi Boyolali dalam ajang Liga 4 Asprov PSSI Jawa Tengah harus dihentikan sebelum peluit akhir dibunyikan.

Pertandingan yang digelar di Stadion Krida Bhakti, Rabu (5/2), terpaksa berakhir pada menit ke-88 akibat kericuhan antar kelompok suporter Persipur.

Ketegangan terjadi ketika dua kelompok suporter Persipur, yakni GARAS dan SPINK, terlibat aksi saling lempar botol di tribun timur stadion.

Insiden tersebut memicu kepanikan, membuat sebagian suporter merangsek masuk ke dalam lapangan dengan menjebol pagar pembatas guna menghindari lemparan.

Pagar stadion di bagian selatan dan utara pun roboh akibat desakan ratusan suporter yang berusaha mencari perlindungan atau justru mengejar kelompok lain.

Tak pelak, situasi di dalam stadion menjadi kacau. Seluruh pemain dan perangkat pertandingan, termasuk wasit, segera diamankan ke dalam area stadion.

Sementara itu, bentrokan antar suporter terus berlanjut dengan aksi saling kejar di dalam lapangan.

Aparat keamanan yang bertugas dengan sigap turun tangan untuk meredam situasi.

Suporter yang telah memasuki lapangan diminta kembali ke tribun timur, sementara pihak kepolisian membuka pintu stadion dan mengimbau seluruh penonton untuk segera meninggalkan arena.

Setelah beberapa saat, kondisi berangsur kondusif, dan stadion berhasil dikosongkan.

Kericuhan ini diduga dipicu kekecewaan suporter terhadap hasil pertandingan. Persipur harus menelan kekalahan 1-3 dari Persebi Boyolali di hadapan pendukungnya sendiri.

Laga berjalan sengit sejak awal, di mana pada babak pertama kedua tim bermain terbuka namun tak ada gol yang tercipta hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persebi membuka keunggulan lewat gol Noka Bhirawa Putra pada menit ke-48.

Persipur sempat menyamakan kedudukan melalui aksi Ali Shodiq yang mengenakan nomor punggung 29.

Namun, tak berselang lama, Persebi kembali unggul setelah mendapatkan hadiah penalti akibat pelanggaran di kotak terlarang.

Noka Bhirawa Putra yang dipercaya sebagai eksekutor sukses menambah gol bagi tim tamu.

Gol ketiga Persebi tercipta melalui sundulan Mahfud yang menjebol gawang Persipur.

Pada menit ke-85, Persipur mendapat peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti.

Namun, kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik. Hanya berselang tiga menit, kerusuhan di tribun timur pecah, memaksa pertandingan dihentikan lebih awal.

Keputusan untuk menghentikan pertandingan diambil berdasarkan kesepakatan kedua tim, yang diwakili oleh masing-masing manajer.

Manajer Persipur, Kukuh Prasetyo Rusady, dan Manajer Persebi, Nur Aziz Putra, menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa laga resmi dihentikan pada menit ke-88 dengan skor akhir 1-3 untuk kemenangan Persebi.

“Kami menyatakan dan sepakat bahwa pertandingan berhenti pada menit ke-88 dan skor 1-3 untuk Persebi.

Kedua manajer menyepakati bahwa pertandingan dinyatakan selesai dengan skor tetap,” demikian bunyi pernyataan dalam dokumen yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Insiden ini menjadi catatan hitam dalam penyelenggaraan Liga 4 Asprov PSSI Jawa Tengah.

Ke depan, langkah evaluasi terkait keamanan pertandingan dan pengelolaan suporter di stadion menjadi hal yang mutlak dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (mun)

Editor : Mahendra Aditya
#persipur #Persebi Boyolali #persipur purwodadi #bentrok suporter