Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hari Pertama Beroperasi, KA Sancaka Utara Telat hingga 20 Menit di Stasiun Gambringan Grobogan, Ini Gara-garanya!

Intan Maylani Sabrina • Senin, 3 Februari 2025 | 02:00 WIB

 

BEROPERASI: Kereta api (KA) Sancaka Utara saat berhenti di Stasiun Gambringan, Kecamatan Toroh, Grobogan.
BEROPERASI: Kereta api (KA) Sancaka Utara saat berhenti di Stasiun Gambringan, Kecamatan Toroh, Grobogan.

GROBOGAN– Kereta Api (KA) Sancaka Utara rute Stasiun Surabaya Pasarturi-Cilacap (PP) resmi beroperasi lagi per 1 Februari 2025.

Kedatangannya di Stasiun Gambringan wilayah Kabupaten Grobogan ini sempat mengalami keterlambatan 20 menit.

Sebelumnya, KA Sancaka Utara beroperasi perdana pada 1 Desember 2019.

Namun, berhenti beroperasi pada Maret 2020. Saat itu melayani rute Surabaya-Jogjakarta (PP).

Diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 membuat KA Sancaka Utara dengan perpanjangan rute Surabaya-Cilacap (PP) ini beroperasi.

Di hari pertama beroperasinya KA Sancaka Utara di Stasiun Gambringan sempat mengalami keterlambatan selama 20 menit.

Seharusnya KA dengan rangkaian empat kereta eksekutif mild steel yang memiliki kapasitas 200 tempat duduk dan empat kereta bisnis kapasitas bisnis kapasitas 256 tempat duduk ini sampai di Stasiun Gambringan pukul 10.46.

Namun, adanya pengalihan rute memutar akibat gogosan jalur rel di KM 32+-5/7 antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati.

Membuat 10 kereta harus bergantian melewati jalur tunggal di sepanjang Stasiun Gambringan-Gundih tersebut.

Diketahui, KA Sancaka Utara sempat berhenti sejenak di Stasiun Jambon.

Sambil menunggu KA Ambarawa Ekspres yang lebih dulu melintas sampai ke Stasiun Gundih.

Barulah, KA Sancaka Utara melaju dari Stasiun Jambon menuju Stasiun Gambringan.

Di sela kedatangan kereta tersebut, terlihat KA Angkutan Ballast turut disiapkan untuk mengisi ballast/kricak di sepanjang jalur alternatif (Gambringan-Gundih) yang rawan tanah gerak tersebut.

Bahkan, petugas penilik perlintasan terlihat rutin ber tugas di sepanjang jalur Stasiun Gambringan-Gundih tersebut.

Sedangkan, satu-satunya penumpang KA Sancaka Utara yang naik dari Stasiun Gambringan tampak antusias menunggu kedatangan KA yang sempat vakum lima tahun lamanya itu.

“Ini mau sambil buat konten. Tapi keretanya ternyata agak telat. Seharusnya sampai sini pukul 10.46, namun KA Sancaka Utara sampai di Stasiun Gambringan pukul 11.06,” ujarnya.

Diketahui, remaja tersebut menjadi satu-satunya penumpang yang naik dari Stasiun Gambringan.

“Baru kali pertama naik kereta sampai Cilacap. Kebetulan hanya pengin main karena belum pernah ke sana. Kemudian ada kereta sampai sana. Ya coba-coba saja,” ujar remaja asal Kelurahan Kalongan, Purwodadi ini.

Untuk menikmati layanan KA Sancaka Utara, kamu hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 180 ribu sampai Rp 320 ribu untuk kelas bisnis.

Serta kelas eksekutif Rp 265 ribu sampai Rp 480 ribu. (int/him)

Editor : Ali Mustofa
#kereta api #KA Sancaka Utara #jalur rel #grobogan #keterlambatan