GROBOGAN – Sebanya 314 warga Desa Baturagung, Kecamatan Gubug masih mengungsi di tempat pengungsian karena rumah ditempati masih tergenang air dan akses jalan masih tertutup lumpur.
Dari jumah itu, pengungsi di bagi menjadi tiga titik.
Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan, jumlah pengungsi masih ada 314 warga.
Rincianya yang mengungsi di kantor Balai Desa Baturagung ada 92 jiwa di masjid Lanjaran Baturagung ada 90 jiwa dan rumah saudara ada 132 jiwa.
”Untuk suplai makanan telah dibuatkan dapur umum di Balai Desa Baturagung,” kata Wahyu Tri Darmawanto.
Dikatakan, dampak dari banjir di Desa Baturagung ada 743 Kepala Keluarga (KK), 2.324 jiwa, rumah hanyut ada hilang ada 13 rumah, rumah rusak berat 24 rumah, rumah rusak ringan ada 66 rumah dan jumlah pengungsi ada 464.
Selain Desa Baturagung banjir juga terdampak di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug.
Jumlah KK terdampai 350 KK, dua rumah hanyut, satu musolla hanyut, rusak berat delapan, rusak sedang 5, rusak ringan 5 rumah, area persawana ada 223 hektare terampak dan jumlah pengungsi ada 20 warga.
”Saat ini sedang dilakukan pendataan warga terdampak dan penyaluran bantuan. Fokus lagi ini lagi pembangunan tanggul jebol agar warga tidak terdampak banjir lagi ketika hujan datang lagi,” terang dia.
Penanganan dampak banjir juga dilakukan puluhan petugas gabungan antara TNI Polri dari Kodim 0717/Grobogan dan Polres Grobogan, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan masyarakat di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan bahu membahu untuk bergotong royong membuka akses jalan yang terendam lumpur akibat banjir yang melanda pada Selasa (28/1).
Akses jalan utama menuju desa tersebut terputus akibat tingginya genangan air yang membawa serta lumpur tebal, sehingga menyulitkan mobilitas warga dan distribusi bantuan.
Dalam kegiatan itu, para petugas gabungan tampak membersihkan tumpukan lumpur dan mengalirkan sisa-sisa air yang masih menggenangi jalur tersebut dengan menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kasi Humas Polres Grobogan AKP Danang Esanto mengatakan, bahwa kehadiran TNI, Polri, dan BPBD dalam kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam menghadapi bencana.
”Bersama masyarakat, kita berusaha membuka kembali akses jalan yang sangat vital untuk kegiatan sehari-hari,” ungkap Kasi Humas Polres Grobogan.
“Dengan adanya sinergi yang kuat antar instansi dan masyarakat, proses pemulihan pasca banjir bisa berjalan lebih cepat," imbuh AKP Danang Esanto.
Warga Desa Baturagung juga terlihat sangat antusias dan semangat dalam membantu proses pembersihan jalan. Mereka secara sukarela ikut serta dalam pembersihan lumpur.
AKP Danang Esanto mengungkapkan, bahwa langkah-langkah pemulihan setelah banjir akan terus dilakukan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
"Selain membuka akses jalan, kami juga memberikan bantuan bagi warga yang membutuhkan dan memastikan bahwa mereka dapat kembali melanjutkan kehidupan dengan lebih baik," jelas Kasi Humas Polres Grobogan.
Dengan dibukanya akses jalan tersebut dari endapan lumpur akibat banjir, diharapkan aktivitas warga Desa Baturagung nantinya dapat kembali normal setelah banjir benar-benar surut.
Ke depannya, diharapkan sinergi antara TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat dapat terus terjaga dalam setiap upaya pemulihan pasca bencana di Kabupaten Grobogan. (mun/him)
Editor : Ali Mustofa