GROBOGAN – Setelah selesai diperbaiki dan bisa dilewati KAI selama satu hari, Kamis (23/1) lalu di lokasi jebolnya rel KAI di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug.
Kini, tanggul landasan rel KAI ditempat yang sama jebol kembali pada Jumat malam (24/1).
Jebolnya tanggul menjadikan rel KAI double track tertutup kembali.
Panjanganya jebol rel KAI sebelah utara sepanjang 125 meter dan sebelahnya selatan sepanjang 75 meter.
Dengan jebolnya tanggul landasan rel KAI tersebut maka ruter perjalan KAI ditutup.
Ketua RT 2/RW 2 Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug Surito mengatakan, kejadian jebol landasan rel KAI antara stasiun Gubug – stasiun Karangjati sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat (24/1).
Adanya jebolnya tanggul landasan rel semua KAI tidak bisa lewat.
”Kemarin bisa lewat. Sekarang tidak bisa lagi,” kata Surito.
Dikatakan, jalan rel KAI pada Kamis (23/1) sudah bisa dilewati KAI dengan kecepatan rendah.
Namun, belum ada satu hari tanggul rel KAI jebol lagi di lokasi yang sama karena ada banjir susulan dari Sungai Tuntang yang terjadi pada Jumat sore (24/1).
Sebelumnya tanggul yang sama jebol pada hari Selasa (21/1) lalu. Akibat jebolnya tanggul tersebut menjadikan Desa Papanrejo dan Desa Gubug terkena banjir.
”Adanya tanggul jebol KAI ini sampai ke Desa Gubug dan Desa Papanrejo terkena di Dusun Krajan dengan rel KAI. Kemarin sudah surut sekarang terkena banjir lagi,” ujarnya.
Kejadian tanggul jebol tersebut menjadikan warga Dusun Krajan, Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug terisolir dan tetap berada di Dusun setempat.
Sebab, jalan akses ke dusun tersebut tertutup air banjir 50 sampai 70 centimeter. (mun)
Editor : Ali Mustofa