Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Penutupan Jalan Purwodadi-Semarang Diperpanjang Sepekan, Ini Dia Jalur Alternatifnya

Sirojul Munir • Kamis, 23 Januari 2025 | 01:12 WIB
EVAKUASI WARGA: Anggota Polres Grobogan bersama BPBD Grobogan melakukan evakuasi kepada warga terdampak banjir di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug karena tergenang air sampai 60 centimeter.
EVAKUASI WARGA: Anggota Polres Grobogan bersama BPBD Grobogan melakukan evakuasi kepada warga terdampak banjir di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug karena tergenang air sampai 60 centimeter.

GROBOGAN  – Penutupan Jalan Purwodadi-Semarang di wilayah Desa Tinanding, Kecamatan Godong, diperpanjang hingga 30 Januari 2025.

Langkah ini diambil lantaran perbaikan tanggul jebol dan bahu jalan yang amblas sepanjang 200 meter akibat banjir belum rampung.

Pantauan di lapangan menunjukkan proses pembersihan jalan masih berlangsung.

Material seperti lumpur, batu, dan puing-puing banjir diangkut menggunakan alat berat, truk pemadam kebakaran, serta dibantu petugas dari Damkar, BPBD, TNI, Polri, dan warga sekitar.

Humas BBWS Pemali Juana, Budi Santoso, menyatakan bahwa perbaikan tanggul jebol sepanjang 15 meter dilakukan dengan mendatangkan material tanah dari luar menggunakan belasan truk.

“Perbaikan penutupan tanggul sudah dimulai dan diharapkan selesai dalam dua hari. Namun, pengerasan membutuhkan waktu hingga satu pekan,” jelasnya.

Sementara itu, penanganan bahu jalan yang amblas akan dilakukan segera oleh Bina Marga Provinsi Jawa Tengah karena jalan ini termasuk jalan provinsi.

Ketua RT 1 RW 3 Dusun Melati, Sudarmo, mengatakan kondisi banjir di wilayahnya telah surut sejak Selasa (21/1) malam.

“Perbaikan dan pembersihan terus dilakukan. Warga yang terdampak banjir kini sudah kembali ke rumah,” ujarnya.

Penutupan jalan utama ini memicu kemacetan di jalur alternatif Gubug-Jeketro-Wolo-Penawangan, karena jalan kabupaten yang hanya selebar lima meter harus menampung kendaraan berat seperti truk dan bus.

Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Tejo Yuwono, menjelaskan beberapa rekayasa lalu lintas yang diterapkan:

Pengalihan arus di Purwodadi: Kendaraan dari arah Blora dan Pati menuju Solo dialihkan melalui Bundaran Getasrejo, Jalan Lingkar Utara, Putat, Jalan Gajahmada, Simpang Lima, dan Jalan Diponegoro.

Sebaliknya, dari Solo menuju Blora dan Pati mengikuti jalur yang sama dengan arah sebaliknya.

Pengalihan di Godong: Kendaraan dari arah Purwodadi dialihkan ke pertigaan Jembatan Penawangan, Desa Sedadi, Desa Truko, Desa Ngroto, hingga ke Pertigaan Kemiri Gubug menuju Semarang.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Semarang mengikuti jalur tersebut secara terbalik.

Rute alternatif via Demak: Kendaraan dari Semarang dialihkan ke Karangawen, kemudian keluar di Pertigaan Bugel, Kecamatan Godong.

Sementara, kendaraan dari Purwodadi diarahkan ke Dempet, Demak.

Dengan rekayasa ini, diharapkan arus lalu lintas tetap berjalan meski terkendala penutupan jalan utama.

"Kami mohon masyarakat bersabar karena perbaikan memerlukan waktu," tutup AKP Tejo Yuwono.

Editor : Abdul Rokhim
#grobogan #jalur alternatif #purwodadi banjir #alternatif #jalan semarang purwodadi