GROBOGAN – Kota Purwodadi banjir lagi. Banjir yang mengepung kota Purwodadi sudah tiga kali selama dua tahun terakhir.
Mulai tahun 2024 terjadi dua kali di bulan Februari dan Maret serta terakhir tahun ini 2025 di bulan Januari.
Fenomena banjir di pendopo tersebut dijadikan tempa selfie bagi kaum anak muda.
Mereka memakai kamera handphone untuk mengambil background pendopo Kabupaten Grobogan kebanjiran.
Dengan berbagai gaya dilakukan agar foto yang diambil menarik dan bisa dipasang di media sosial.
”Kita selvie disini (Pendopo Red) karena airnya dalam juga,” kata Ima warga Ngembak, Purwodadi.
Dia mengaku, sudah dua kali selfie depan pendopo dua kali. Yakni tahun 2024 dan 2025 ini.
Pemandangan Pendopo Kabupaten kebanjiran merupakan fenomena langka. Maka momen itu dibuat untuk abadikan Pendopo Kebanjiran.
”Iya sebagai bentuk anak muda seperti saya untuk dokumentasi Pendopo Kabupaten pernah kebanjiran,” ujarnya.
Sementara itu, Pendopo Kabupaten Grobogan kemasukan air banjir baru pada pukul 07.00 WIB.
Saat itu, air menggenang masih rendah. Kemudian air bertambah tinggi dan pada puncaknya sampai 50 centimeter.
Padahal dari pegawai dan ASN di Pendopo masih masuk kerja seperti biasanya.
”Airnya ini datangnya siang mas. Jam 11-an baru tinggi. Tadi pagi masih rendah dan masih bisa dilalui,” kata Irvan anggota Satpol PP yang berjaga di po penjagaan.
Pendopo Kabupaten ketika pagi masih di pakai. Bahkan ada agenda acara sosialisasi yang digelar mulai pagi sampai siang.
Bahkan pesertanya juga banyak. Tetapi saat pukul 10.00 WIB acara ditutup karena air sudah meninggi.
”Tadi pagi masih normal air masih rendah dan siangya baru tinggi. Dan karyawan dan ASN mulai balik ke rumah habis duhur semua. Jadinya sekarang sudah sepi,” terang dia. (mun)
Editor : Ali Mustofa