GROBOGAN – Jalan provinsi yang menghubungkan Purwodadi dengan Semarang tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, terputus total akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang, Selasa (21/1) pagi.
Material lumpur, batu, dan air yang mengalir deras membuat jalan tak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Tanggul jebol terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, setelah sebelumnya terlihat retakan sepanjang 15 meter pada tanggul sekitar pukul 07.00 WIB.
Warga yang mengetahui kejadian ini berbondong-bondong datang untuk menyaksikan langsung, namun petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan BPBD segera menghalau warga agar tidak mendekati lokasi karena dianggap berbahaya.
Peristiwa ini langsung menarik perhatian sejumlah pejabat daerah.
Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Forkopimda, Kepala Dinas Sosial Indri Agus Velawati, Kepala Dinas PUPR Een Indarto, dan Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mendatangi lokasi untuk memantau kondisi terkini dan upaya penanganan.
Akibat kerusakan ini, jalan Purwodadi-Semarang ditutup total.
Kendaraan dari Purwodadi ke Semarang dialihkan melalui pertigaan Godong menuju Demak, sementara kendaraan kecil diarahkan ke rute alternatif Godong-Jeketro-Wolo-Penawangan.
Hal yang sama berlaku untuk kendaraan dari Semarang menuju Purwodadi.
Sugiyanto, warga Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, yang berada di lokasi, menjelaskan bahwa tanda-tanda tanggul akan jebol sebenarnya sudah terlihat sejak pagi.
"Pukul 07.00 pagi, ada retakan di tanggul. Lalu, sekitar pukul 08.00 WIB, tanggul jebol dan air langsung menutup jalan," ujarnya.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juawna telah mengirimkan satu alat berat ke lokasi untuk menutup tanggul yang jebol.
Namun, derasnya arus air menghambat proses perbaikan.
Material seperti pasir, karung, dan bronjong juga belum tersedia di lokasi, sehingga upaya penutupan tanggul baru bisa dilakukan setelah air surut.
“Untuk sementara, jalan akan tetap ditutup demi keselamatan pengguna jalan. Penanganan baru bisa dilakukan secara maksimal setelah arus air berkurang,” kata seorang petugas di lokasi.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena jalan Purwodadi-Semarang merupakan jalur strategis yang menghubungkan kedua wilayah.
Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan hingga situasi kembali normal. (mun/khim)
Editor : Abdul Rokhim