GROBOGAN - Oknum guru agama perempuan berinisial ST, 35, sempat viral lantaran ketahuan mengajak salah satu muridnya yang duduk di bangku SMP untuk berbuat mesum.
Aksi tersebut telah berjalan dua tahun lamanya.
Kanit PPA Polres Grobogan Ipda Yusuf Al Hakim mengatakan kejadian tersebut bermula ketika korban bercerita kepada ST tak lain gurunya sendiri sekitar akhir 2022.
Lantaran sedang terdapat masalah dengan kakeknya.
Korban mengaku kerap dimarahi kakeknya karena selama ini dia tinggal bersama kakek dan neneknya.
Korban diketahui dari keluarga broken home, di mana ibu korban sibuk bekerja di luar kota sedangkan bapak korban tak tahu ke mana.
Dari curhatan yang dilontarkan terhadap pelaku. ST malah memfasilitasi untuk tinggal di rumahnya. Serta sempat dicarikan kos.
Ternyata saat tinggal di rumah ST, korban sempat mengalami penganiayaan.
Bermula ketika ST meninggalkan korban sendirian karena hendak menjenguk putrinya di pondok.
Saat itu, ayah ST yang tinggal tidak jauh dari rumah ST mendengar suara batuk korban dari dalam rumah.
Mendengar ada suara lelaki di dalam rumah. Ayahnya mengira itu suara maling.
"Lalu didobrak, ngumpet di dalam bawah kursi, rambutnya ditarik.”
”Anak tersebut sempat diinapkan di rumahnya selama tiga hari," ujarnya.
Namun usaha pelaku berhasil digagalkan oleh teman-teman sekolah korban, dan ia langsung pergi meninggalkan korban.
Bocah kelas sembilan ini mengaku sempat disembunyikan pelaku di sebuah kamar kos yang tak jauh dari rumah pelaku, dengan tujuan agar tetap bisa memaksanya untuk berhubungan intim. (int)
Editor : Ali Mustofa