GROBOGAN – Para pedagang Pasar Umum Gubug yang terdampak kebakaran pada November lalu mulai direlokasi ke Pasar Darurat yang terletak di lapangan Desa Gubug, Kecamatan Gubug.
Proses relokasi dimulai pada Kamis (9/1), melibatkan 841 pedagang yang menempati 707 los, 45 kios, dan 89 dasaran dari total 1.290 pedagang terdampak.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, Pradana Setyawan, menjelaskan bahwa Pasar Darurat ini dibangun sebagai solusi sementara agar pedagang tetap bisa menjalankan aktivitas ekonomi.
“Kami mengupayakan agar para pedagang tetap dapat beraktivitas, sehingga mereka terbantu dalam menjalankan kegiatan ekonomi,” ujarnya.
Pasar Darurat ini terdiri dari lima blok, yakni A, B, C, D, dan E, yang dibangun dengan material tahan lama dan diklaim mampu bertahan hingga lima tahun.
Namun, karena bersifat sementara, bangunan tersebut tidak dilengkapi sekat permanen, hanya berupa los terbuka.
Untuk mendukung aktivitas pedagang, fasilitas MCK dan area parkir telah disediakan atas kerja sama dengan warga setempat. Pembangunan Pasar Darurat ini selesai pada akhir Desember 2024.
Sementara itu, pedagang yang tidak mendapatkan tempat di Pasar Darurat diperbolehkan berjualan di area Pasar Gubug yang masih layak digunakan.
“Sisi depan pasar dan bagian los basah di belakang pasar yang masih aman tetap bisa dimanfaatkan,” tambah Pradana.
Selain menyediakan tempat relokasi, Pemerintah Kabupaten Grobogan juga berupaya membantu pedagang melalui program permodalan dengan suku bunga rendah yang disalurkan melalui bank milik daerah.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap pemulihan ekonomi pedagang terdampak kebakaran dapat berjalan lebih cepat dan lancar. (int/khim)
Editor : Abdul Rokhim