GROBOGAN - Merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Grobogan. Membuat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan mengusulkan penutupan beberapa pasar hewan ke Bupati Grobogan.
Hal itu diungkapkan Dokter Hewan Disnakkan Grobogan Tamara Linawati.
Saat ini sedang berproses pengusulan penutupan ke Bupati Grobogan Sri Sumarni.
"Kemungkinan Pasar Hewan Kunden Wirosari dan Pasar Hewan Wagenan Kalongan. Karena di sana mulai sepi," imbuhnya.
Sembari menunggu jawaban, Disnakkan sedang gencar melakukan vaksinasi bagi sapi.
Mereka menyediakan sebanyak 750 dosis vaksin yang mulai disuntikkan ke hewan ternak sapi. Stok tersebut diperkirakan ludes hari ini, Jumat (10/1).
Tindakan itu dilakukan untuk mencegah PMK yang sedang merebak pada hewan sapi di beberapa wilayah akhir-akhir ini.
Puluhan petugas tersebut dikerahkan secara door to door di Kecamatan Purwodadi (Nambuhan, Ngraji) dan Monggot.
"Hari ini kami habiskan, kemungkinan pelaksanaan di Desa Pulorejo Kecamatan Purwodadi," ungkapnya.
Menurutnya, dengan vaksin ini dimaksud untuk meningkatkan imunitas sapi agar tidak terpapar penyakit PMK.
Selain vaksinasi, tenaga medis kesehatan hewan juga memberikan sejumlah vitamin dan cairan disinfektan ke peternak agar selalu mencegah penyebaran penyakit PMK hewan sapi.
Diketahui, sampai saat ini sebanyak 855 ekor sapi di 19 kecamatan di Kabupaten Grobogan terpapar penyakit PMK.
Sedikitnya 42 ekor sapi diantaranya mati akibat penyakit tersebut. (Int)
Editor : Ali Mustofa