GROBOGAN – Kabupaten Grobogan menerima 750 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah pusat untuk menekan penyebaran wabah yang telah menyerang 855 sapi di wilayah tersebut.
Vaksin ini telah didistribusikan ke kecamatan-kecamatan terdampak, terutama di titik-titik dengan kasus aktif PMK.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan, Amin Nur Hatta, menyatakan vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan kekebalan hewan ternak terhadap PMK.
"Penyuntikan vaksin ini kami berikan berdasarkan lokasi yang memiliki sapi terjangkit PMK. Langkah ini bertujuan agar sapi-sapi tersebut lebih kebal terhadap virus," ujarnya pada Selasa (7/1).
Diketahui 855 Sapi Terjangkit, 14 Mati
PMK yang mulai marak sejak akhir 2024 lalu menyebar ke 19 kecamatan di Kabupaten Grobogan.
Hingga saat ini, tercatat 14 sapi mati akibat wabah tersebut.
Menurut Amin, penyebaran virus disinyalir berasal dari pedagang sapi luar daerah yang membawa hewan ke Grobogan, yang menjadi jalur transit perdagangan ternak.
"Virus ini datang dari luar daerah, terutama dari wilayah seperti Blora, Sragen, Jepara, Kudus, Jakarta, hingga Bekasi. Penyebarannya sangat cepat, terutama karena Grobogan menjadi pusat perdagangan sapi," tambahnya.
Dalam menghadapi meningkatnya wabah, Polres Grobogan menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan sosialisasi pencegahan PMK di posko Sanika Satyawada Mapolres Grobogan.
Acara tersebut melibatkan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan serta instansi terkait lainnya.
Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan melalui Kasat Binmas Polres Grobogan AKP Abas menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dan masyarakat dalam menangani wabah ini.
"Kami ingin memastikan langkah pencegahan berjalan secara terkoordinasi untuk melindungi kesehatan hewan ternak yang berperan penting bagi perekonomian masyarakat," ujar AKP Abas.
Polres Grobogan juga berkomitmen membantu pengamanan dan penegakan aturan terkait pencegahan PMK.
Termasuk mengawasi pergerakan hewan ternak yang keluar masuk wilayah Grobogan untuk memastikan hewan tersebut bebas dari PMK.
Edukasi dan Pencegahan
Dalam rakor tersebut, drh. Tamara Linawati dari Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan memaparkan langkah-langkah yang telah diambil pemerintah daerah, seperti vaksinasi, penyemprotan disinfektan, dan sosialisasi kepada peternak.
Petugas kesehatan hewan juga menjelaskan gejala awal PMK, seperti demam tinggi, lesu, dan luka di mulut serta kuku hewan, agar masyarakat dapat segera mengambil tindakan.
"Selain menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, pemisahan hewan yang terinfeksi sangat penting untuk mencegah penularan," jelas drh Tamara.
Dengan upaya vaksinasi dan sinergi antarinstansi, diharapkan penyebaran PMK dapat ditekan dan masyarakat peternak Grobogan dapat terhindar dari dampak buruk wabah ini.
"Kami mengimbau semua pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan bekerja sama menjaga kesehatan hewan ternak demi melindungi perekonomian masyarakat," pungkas AKP Abas. (mun/Zen)
Editor : Abdul Rokhim