GROBOGAN – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan mendapatkan 750 vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah pusat.
Vaksin tersebut telah disitribusikan ke seluruh Kecamatan yang terkena wabak PMK.
”Sampai sekarang sudah 855 sapi terkena PMK di Kabupaten Grobogan yang sudah menyebar 19 Kecamatan. Yang terkena mati dari laporan ada 14 sapi belum ada yang mati tidak dilaporkan,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Amin Nur Hatta.
Untuk mencegah adanya penyebaran PMK lebih luas, Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan telah melakukan penyutikan vaksinasi PMK kepada hewan ternak.
Tujuanya agar hewan tersebut kebal terhadap wabah penyakit PMK.
”Penyuntikan vaksin ini kami sudah berikan ke seluruh kecamatan. Tetapi pemberian berdasarkan spot sapi yang terkena,” ujarnya.
Menurutnya maraknya PMK sudah ada sejak akhir tahun 2024 lalu.
Dimana Kabupaten Grobogan menjadi transit penjualan hewan sapi dari beberapa wilayah di Indonesia.
Mulai dari Blora, Sragen, Jepara, Kudus, Jakarta, Bekasi semua mengambil hewan dari Grobogan.
”Virus ini datang dari pedagang sapi dari luar dan menyebar ke hewan sapi yang ada di Kabupaten Grobogan,” terang dia.
Sementara meningkatnya, wabah PMK Polres Grobogan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan sosialisasi pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melibatkan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan, serta berbagai pihak terkait.
Acara ini dilaksanakan di posko sanika satyawada Mapolres setempat pada Selasa (7/1).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi dalam menghadapi potensi penyebaran PMK yang dapat mengancam kesehatan hewan ternak di wilayah Kabupaten Grobogan. (mun)
Editor : Ali Mustofa