Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Soroti Kurikulum Ismuba, Guru di Grobogan Dituntut Inovatif dan Kreatif

Intan Maylani • Sabtu, 4 Januari 2025 | 01:11 WIB
SOSIALISASI: Ketua Majelis Dikdasmen PNF Jateng Dr Iwan Junaedi, M.Pd saat memaparkan kurikulum Muhammadiyah di Kyriad Grand Master Purwodadi.
SOSIALISASI: Ketua Majelis Dikdasmen PNF Jateng Dr Iwan Junaedi, M.Pd saat memaparkan kurikulum Muhammadiyah di Kyriad Grand Master Purwodadi.

GROBOGAN - Agar terus menjadi sekolah pilihan umat, sekolah Muhammadiyah membutuhkan inovasi dan kreasi sesuai perkembangan teknologi dan zaman.

Hal itu dibahas dalam Diklat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Muhammadiyah Grobogan yang berlangsung di Ballroom Firdausia Kyriad Grand Master Purwodadi.

Menyoroti kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Bahasa Arab (Ismuba) jenjang pendidikan dasar dan menengah pada ajaran baru 2025/2026 yang diterapkan oleh Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah.

Maka Ketua Majelis Dikdasmen PNF Jateng Dr Iwan Junaedi, M.Pd langsung terjun melakukan sosialisasi.

"Kurikulum ini merupakan integrasi dari kurikulum Ismuba yang sudah diluncurkan pada Mei 2024 lalu, dengan kurikulum pemerintah yang saat ini sedang berlangsung," jelas Dr Iwan Junaedi.

Menurutnya, kurikulum Muhammadiyah tersebut sekarang menjadi satu kesatuan antara Ismuba dengan pemerintah yang sebelumnya sendiri-sendiri.

"Kini sudah satu struktur dalam kurikulum pendidikan Muhammadiyah ini," ujarnya.

Dalam kurikulum tersebut harus Holistik-Integratif Berbasis Aktivis sehingga basis dari pengembangan kurikulum adalah Al-Islam dan Muhammadiyah.

Melalui cara itu, pedoman di pendidikan Muhammadiyah bisa dipastikan sesuai dengan visi dan misi yang diemban oleh persyarikatan.

Karen bahan ajar ilmu sosial, alam, dan seterusnya harus memuat integrasi dengan Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

"Kata kuncinya, misal saat belajar Matematika, basisnya Al-Islam dan Muhammadiyah. Ini yang dikembangkan, kurikulum pemerintah apapun basisnya ya Ismuba ini," ungkapnya.

Hal ini juga telah diadaptasi dari pemikiran menteri melalui pendekatan pembelajaran deep learning.

"Pembelajaran harus joyfull, mindful learning dan meaningful learning. Kemudian ada pendekatan Al-Islam di dalamnya, tahu maknanya dan tahu manfaatnya apa," imbuhnya.

Baginya, melalui kurikulum ini menjadi menarik. Karena guru yang mengajari di luar kelas dihargai jamnya. Hal itu yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya. 

"Jadi guru yang mendampingi anak-anak itu yang sifatnya menyeluruh, tidak dihonor, tidak diberi jam. Kini diberi jam," jelasnya.

Sedangkan, Ketua FKKS Grobogan Muslimin menambahkan, dengan kurikulum ini harapannya guru bisa mengajar dengan menggembirakan dan lebih maju.

"Selama ini penerapan kurikulum tersebut belum diterapkan secara menyeluruh. Tahun ajaran baru nanti harapannya bisa diterapkan dalam semua sekolah," paparnya. (Int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #Muhammadiyah #kurikulum #ismuba