Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menteri PU Tinjau Bendung Glapan di Gubug Grobogan, Ini Agendanya

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 2 Januari 2025 | 21:45 WIB
MENINJAU: Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau Bendung Glapan, di Kecamatan Gubug, Grobogan, Rabu (1/1).
MENINJAU: Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau Bendung Glapan, di Kecamatan Gubug, Grobogan, Rabu (1/1).

GROBOGAN – Peremajaan Daerah Irigasi (DI) Glapan, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, yang dikerjakan melalui skema multi years contract (MYC) 2022-2024, resmi rampung pada September 2024.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung proyek tersebut pada Rabu (1/1).

Dalam kunjungannya, Menteri Dody mengevaluasi hasil pengerjaan tahun lalu, sekaligus mempersiapkan rehabilitasi DI Glapan tahap II yang akan dilanjutkan tahun ini.

Proyek lanjutan ini membutuhkan anggaran sekitar Rp150 miliar dan diharapkan dapat memperluas area tanam padi hingga 2.357 hektare.

“Rehabilitasi ini merupakan bagian dari upaya intensifikasi pertanian dengan pasokan air dari Rawa Pening. Kondisi alam dan aliran hulu yang berubah menyebabkan sedimentasi semakin tebal, sehingga irigasi ini tidak lagi berfungsi maksimal seperti desain awalnya,” ujar Menteri Dody.

Pengerjaan DI Glapan mencakup rehabilitasi saluran sekunder di Bantengan, Gubung, dan Bonangrejo, serta pembangunan jembatan Bendung Glapan.

Menteri Dody juga menjelaskan, jaringan irigasi ini memiliki saluran primer sepanjang 24,43 km dan saluran sekunder sepanjang 154,16 km, dengan total luas layanan mencapai 18.740 hektare.

Area tersebut meliputi Kecamatan Tanggungharjo, Gubug, Tegowanu, dan Godong di Kabupaten Grobogan, serta Kecamatan Karangawen, Tegowanu, Kebonagung, dan Wonosalam di Kabupaten Demak.

Melalui rehabilitasi ini, indeks pertanaman (IP) diproyeksikan meningkat dari 200 persen menjadi 250 persen, dengan tambahan produksi padi sebanyak 13.652 ton gabah kering panen (GKP) per tahun.

Proyek ini juga mendukung program swasembada pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Selain meninjau proyek, Menteri Dody berdialog langsung dengan para petani penerima manfaat irigasi.

Hardi, salah satu petani, mengapresiasi pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Trisari dengan desa lainnya.

“ami sangat berterima kasih atas dibangunnya jembatan ini, yang memudahkan akses pertanian kami. Kami berharap saluran tersier juga bisa diperbanyak ke depannya,” ujar Hardi.

Menteri Dody menekankan pentingnya aspirasi masyarakat dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas layanan irigasi. 

Ia berharap, proyek ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. (int/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#Dody Hanggodo #grobogan #Menteri PU #Bendung glapan