Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SOSOK Suparwan Sekdes di Grobogan dengan Gelar Doktor yang Membawa Desa Jatilor Raih Segudang Prestasi

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 1 Januari 2025 | 00:25 WIB
VISIONER: Sekdes Jatilor, Kecamatan Godong, Grobogan saat di ruangan kerjanya.
VISIONER: Sekdes Jatilor, Kecamatan Godong, Grobogan saat di ruangan kerjanya.

GROBOGAN - Di balik deretan penghargaan yang diraih Desa Jatilor, Kecamatan Godong, terdapat sosok Suparwan satu-satunya sekretaris desa (sekdes) bergelar doktor.

Dengan ketekunan dan dedikasinya, pria berusia 44 tahun ini telah membawa desanya menjadi teladan dalam tata kelola desa di Kabupaten Grobogan.

Senyumnya ramah, tutur katanya runtut, dan pembawaannya berwibawa.

Di ruang kerjanya yang sederhana, Suparwan memamerkan sederet prestasi yang telah diraih Desa Jatilor, mulai dari predikat Desa Antikorupsi hingga penghargaan atas keterbukaan informasi publik.

Suparwan, kelahiran Demak, 22 Januari 1980, berhasil menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya dengan predikat cumlaude.

Perjalanan panjang menuju gelar doktor ini ditempuhnya selama tiga tahun, di tengah kesibukannya sebagai sekdes.

Sejak semester empat, Suparwan rutin melakukan perjalanan dari Grobogan ke Surabaya setiap dua pekan untuk bimbingan disertasi.

Tak jarang, tugas akademik dan tanggung jawabnya sebagai perangkat desa berjalan bersamaan.

Salah satu tantangan terbesar adalah saat penilaian Desa Antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berlangsung bersamaan dengan penyelesaian disertasinya.

“Saya harus pintar membagi waktu antara memenuhi evidence untuk penilaian Desa Antikorupsi dan menyelesaikan disertasi,” kenangnya.

Usahanya tidak sia-sia. Desa Jatilor berhasil meraih predikat AA (Istimewa) dengan skor 96, sementara disertasinya mendapatkan nilai cumlaude dengan IPK 3,92.

Tak hanya itu, saat bersamaan Desa Jatilor juga mendapat skor sempurna 100 dalam penilaian Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah.

“Disertasi saya langsung saya praktikkan di desa. Hasilnya, prestasi-prestasi ini menjadi bukti nyata implementasi ilmu saya,” ujarnya.

Judul disertasinya, "Pengaruh Kompetensi, Komitmen Organisasi, Teknologi Informasi, dan Good Village Governance terhadap Manajemen Keuangan Desa dan Kinerja Keuangan Desa di Kabupaten Grobogan", menjadi panduan bagi pengelolaan keuangan dan kinerja desa.

Salah satu poin penting yang dihasilkan adalah pengaruh signifikan kompetensi sumber daya manusia terhadap kinerja keuangan desa.

“Semakin tinggi kompetensi SDM perangkat desa, maka kinerja keuangan desa akan semakin baik,” jelas Suparwan.

Ia pun mengajak perangkat desa untuk mengidentifikasi kebutuhan SDM dan mengembangkan pelatihan guna meningkatkan tata kelola desa yang baik.

Dengan segala pencapaiannya, Suparwan ingin memotivasi rekan-rekannya agar tak pernah berhenti belajar.

“Pendidikan sepanjang hayat adalah bekal untuk terus berkontribusi kepada masyarakat. Ilmu tidak akan pernah habis, dan kita harus terus menebar manfaat,” pesannya.

Kini, Desa Jatilor menjadi bukti nyata bahwa kombinasi kompetensi, kerja keras, dan semangat belajar dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat.

Suparwan, sebagai sekdes dengan gelar doktor, adalah inspirasi bahwa pendidikan tinggi dapat diintegrasikan dengan pengabdian nyata. (int/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#Suparwan #grobogan #Doktor #S3 #sekretaris desa #Sekdes