GROBOGAN – Sebanyak 150 mustahik produktif dari Kabupaten Grobogan dan Blora menerima bantuan modal usaha dari Baznas Jawa Tengah.
Bantuan ini disalurkan sebagai bagian dari Program Pembekalan dan Pentasarufan Modal Usaha bagi 3.500 Mustahik Produktif Tahap II Tahun 2024.
Ketua Baznas Jawa Tengah, Dr. KH Ahmad Darodji, menjelaskan total bantuan yang diberikan untuk kedua kabupaten mencapai Rp 375 juta.
Rinciannya, Kabupaten Grobogan mendapatkan alokasi Rp 210 juta untuk 70 mustahik dan 14 pendamping, sementara Kabupaten Blora menerima Rp 165 juta untuk 55 mustahik dan 11 pendamping.
"Setiap mustahik menerima modal usaha sebesar Rp 3 juta dan tambahan transportasi Rp 100 ribu. Pendamping juga mendapatkan bantuan transport sebesar Rp 250 ribu. Total bantuan untuk seluruh program ini mencapai Rp 393.750.000," ujar Darodji dalam acara penyerahan bantuan di Hotel 21 Purwodadi, Sabtu (28/12).
Para penerima bantuan berasal dari berbagai latar belakang usaha, seperti kuliner, perdagangan, jasa, pertanian, hingga pengepul rongsokan.
Program ini, menurut Darodji, diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.
Asisten I Sekda Grobogan, Kurnia Saniadi, mengapresiasi kinerja Baznas Jawa Tengah dalam mendukung pelaku UMKM.
Ia menilai program ini sangat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga menengah ke bawah.
"Program ini selaras dengan upaya kami untuk memberdayakan UMKM, terutama dalam meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat," kata Saniadi.
Baznas Kabupaten Grobogan sendiri menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp 11 miliar pada 2025.
Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui optimalisasi potensi zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), baik dari kalangan PNS maupun PPPK.
Darodji menambahkan, gerakan cinta zakat ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
"Semakin banyak dana zakat yang terkumpul, semakin besar pula dampaknya bagi masyarakat," pungkasnya.
Editor : Abdul Rokhim