Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Profil Ulin Intan Saputri Guru Asal Grobogan yang Mampu Luluhkan Gen Z dengan Gaya Mengajar Santai tapi Serius

Intan Maylani Sabrina • Senin, 25 November 2024 | 16:05 WIB
Ulin Intan Saputri
Ulin Intan Saputri

RADAR KUDUS - Menjadi guru milenial di gempuran siswa generasi Z, membuat Ulin Intan Saputri  memiliki tantangan tersendiri dalam mengajar.

Meski tak terbilang sulit, ia membeberkan memiliki strategi khusus untuk bisa meluluhkan para siswanya.

Perempuan asal Desa Boloh Kecamatan Toroh ini tergolong dalam generasi milenial.

Tentunya ia harus mampu mengejar sedikit ketertinggalan dalam masalah teknologi tersebut.

”Milenil dan Gen Z seperti kakak dan adik ya. Memang milenial lebih tua dibandingkan Gen Z. Jika pada masa milenial, teknologi baru ditemukan. Pada era Gen Z teknologi mengalami inovasi yang terus berkembang,” ujarnya.

Ulin memiliki taktik tersendiri dalam menghadapi anak didiknya yang kurang sabaran, dan semua berjalan instan. Di mana ia harus membentuk karakter tegas dalam mendidik.

”Kebetulan saya mengajar di jenjang SMK, yang kebetulan siswanya para remaja menuju tahapan dewasa. Perbedaan usia yang tidak terlalu lalu jauh menjadi jembatan untuk kita saling memahami satu sama lain,” ujarnya.

Menurut guru SMK Pancasila Purwodadi ini, banyak tantangan yang ia jalani ketika menghadapi murid.

Terutama tentang proses belajar mengajar di kelas. Dalam proses pembelajaran ia menerapkan prinsip santai tapi serius.

”Santai dalam berkomunikasi namun serius dalam mengerjakan. Banyak yang menganggap kalau perbedaan usia yang tidak terlalu jauh bisa mengakibatkan attitude siswa kepada guru muda kurang memperhatikan kesopanan. Nah, dari situlah saya lebih menekankan akan pentingnya attitude,” tegas perempuan kelahiran 02 Oktober 1998 ini.

Baca Juga: Sosok Nurul Azkiyah, Guru SMPN 1 Kudus yang Lolos Program Pengembangan Kompetensi Non-Gelar Microcredential Literasi Ohio State University

Menurutnya, dengan seperti itu maka siswa akan tetap menghargainya sebagai guru untuk di lingkup sekolah, tapi di luar sekolah mereka bisa menganggapnya sebagai kakak untuk menjadi tempat sharing dengan batasan guru dan murid.

Guru Mapel Bahasa Indonesia ini menyebut, jika anak zaman sekarang harus ditindak dengan cara halus.

Mereka juga lebih senang diberikan pemahaman dan diberikan arahan dengan cara yang lebih santai agar mereka lebih nyaman dan mudah dipahami. (int)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#guru berprestasi #grobogan #Gen Z #sekolah #sosok #gen z bermental lemah #pendidikan #profil