Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kerap Timbulkan Laka, Jalur Alternatif Purwodadi-Semarang Bertahap Dilakukan Pelebaran, Mana Saja?

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 9 Oktober 2024 | 05:02 WIB
DIPERLEBAR: Dinas PUPR Grobogan melakukan rehabilitasi jalan Penawangan-Truko baru-baru ini.
DIPERLEBAR: Dinas PUPR Grobogan melakukan rehabilitasi jalan Penawangan-Truko baru-baru ini.

GROBOGAN- Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Grobogan secara bertahap melakukan rehabilitasi jalan disejumlah jalan alternatif. Salah satunya yang ada di Jalan Penawangan-Truko. Jalur alternatif menuju Semarang itu kerap terjadi laka lantas lantaran sempit.

Adanya rehabilitasi ini dengan melakukan pelebaran bahu jalan di sepanjang ruas jalan yang menghubungkan empat desa yakni Desa Penawangan, Desa Gundi, Desa Guyangan dan Desa Werdoyo.

Sekeretaris Dinas PUPR Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menjelaskan pelebaran jalan dilakukan dengan menggali bahu jalan. Selain itu juga mengganti lapis pondasi bawah LPB) dan lapis pondasi atas (LPA), beton lantai dan beton struktur.

"Spot satu pelebaran satu meter, kanan kiri sepanjang 1.048 meter. Kemudian spot kedua, dilebarkan satu meter di bagian kanan sepanjang 1.970 meter," jelasnya.

Menurutnya, pelebaran bahu jalan ini dilakukan dikarenakan semakin padatnya pengguna jalan di ruas Jalan Penawangan-Truko. Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan apabila berpapasan. 

Wahyu menyebut, proses pengerjaan dimulai sejak Juli dan direncanakan selesai pada bulan Desember 2024. "Proyek rehabilitasi di dua spot tersebut sudah mencapai sekitar 51 persen," imbuhnya.

Adapun proyek rehabilitasi jalan Penawangan-Truko ini dianggarkan melalui bantuan Pemprov 2024 senilai Rp 4,8 Miliar.

Ditambahkan, beberapa titik bekas pekerjaan pelebaran bahu jalan yang dilakukan pada tahun 2022 memang mengalami retak-retak. Hal itu tentu membahayakan pengguna jalan. Oleh sebab itu, celah-celah itu akan diisi dengan material agar tidak membahayakan pengguna jalan. (Int)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#pelebaran #semarang #purwodadi #jalan #jalur alternatif