GROBOGAN - Wilayah Godong Kabupaten Grobogan memiliki banyak titik potensi gas rawa yang sampai saat ini dimanfaatkan warga.
Salah satunya keluarga Ngatmin warga Desa Manggarmas Kecamatan Godong yang sudah puluhan tahun menggunakan gas rawa yang ada di depan rumahnya.
Keluarga Ngatmin di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong memanfaatkan bekas sumur bor yang terdapat bocoran gas rawa di depan rumahnya.
Pengeboran sumur bor dilakukan sekitar 2004 di kedalaman 40 meter tepat berada di depan rumahnya.
Namun, saat pengeboran mencapai kedalaman tersebut, bukanlah air yang keluar tapi malah gas metan.
“Awalnya air menyembur bersama gas. Namun lama-lama air mulai tidak keluar. Apabila air keluar, maka api harus dimatikan dahulu. Karena berbahaya kalau keluar bersamaan. Sebab air tersebut mengandung gas,” jelas Ngatmin.
Meski gas juga sesekali dimatikan dengan menggunakan air. Namun saat dinyalakan akan disulut dengan korek maka kembali mengeluarkan api besar.
Agar tak membahayakan, sumur langsung ditutup kemudian diberi pralon agar gas tetap bisa keluar dan dimanfaatkan.
Sejak puluhan tahun, gas rawa tersebut telah dimanfaatkan keluarganya untuk kegiatan sehari-hari seperti memasak.
Tak hanya Ngatmin, anaknya turut memanfaatkan gas rawa tersebut untuk usaha air minum.
“Selain saya gunakan untuk memasak. Gas rawa ini juga saya manfaatkan untuk usaha air minum dan saya jual untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sehingga lebih hemat karena sudah tidak memakai elpiji,” ujar Fajar Ruhmiati.
Dijelaskan, dalam sehari dia mampu memasak air sebanyak tujuh ompreng besar. Dia memasaknya dari pagi hingga pukul 18.00.
“Memang hanya saya manfaatkan untuk memasak air saja. Karena gasnya terlalu besar. Kalau untuk menggoreng kebesaran apinya,” imbuhnya.
Mereka mengaku tidak takut menggunakan gas rawa yang keluar dari bawah tanah miliknya.
Selain hemat, mereka juga tidak perlu menggunakan elpiji untuk memasak.
“Alhamdulillah dengan adanya gas ini, kita sekeluarga gak perlu lagi memikirkan untuk membeli tabung gas lagi,” paparnya.
Sedangkan, Kasi Energi Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Sinung Sugeng Arianto menambahkan, Dinas ESDM mendorong pemanfaatan gas rawa oleh warga sebagai sumber energi alternatif pengganti elpiji.
Di Kecamatan Godong, sedikitnya 25 KK yang sudah terdampak untung dari pembangunan instalasi gas rawa ini.
“Di Kecamatan Godong sekitar Api Abadai Mrapen banyak potensi gas rawa. Dulu daerah Mrapen merupakan laguna atau rawa yang tertutup dan di situlah ada pembentukan gas metana,” jelasnya.
Gas rawa tersebut kini dimanfaatkan warga sekitar untuk memasak.
“Banyak juga potensi yang kebuang, di sana ada sendang tapi belum bisa dimanfaatkan warga. Padahal jika produksinya cukup besar, bisa buat genset,” imbuhnya.
Meski sebagian warga setempat telah memanfaatkan adanya instalasi gas rawa, pihaknya mengeluhkan warga setempat yang enggan memperbaiki jika ada kerusakan.
“Kemarin sempat ada kebocoran pipa, warga enggan memperbaiki. Akhirnya diperbaiki perangkat desa setempat. Kami harap warga turut merawat dengan baik, apalagi gas ini kan mengandung garam sehingga kerap merusak sparator. Harus rutin dirawat,” harapnya. (int)
Editor : Ali Mustofa