Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Miris! Empat ODGJ di Pulokulon Grobogan Hidup Serumah, Begini Kondisinya

Intan Maylani • Kamis, 8 Agustus 2024 | 02:57 WIB
MEDIS: Petugas saat memberikan pertolongan medis di IGD RSUD dr Soedjati Purwodadi
MEDIS: Petugas saat memberikan pertolongan medis di IGD RSUD dr Soedjati Purwodadi

GROBOGAN - Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Grobogan langsung sigap tangani adanya laporan masyarakat, terkait satu keluarga di RT 03 RW 04,


Dusun Muniareng, Desa Jetaksari Kecamatan Pulokulon kedapatan mengalami gangguan jiwa.

Rabu (7/8) sekitar pukul 10.30 tim gabungan membawa keempat ODGJ tersebut ke RSUD dr Soedjati Purwodadi. Dengan harapan langsung dilakukan penanganan psikis. 

Sub Koordinator Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Dinsos Grobogan Yuli Herawati berharap agar anak yang berusia 13 tahun tersebut bisa segera ditangani dan kembali bersekolah.

"Saat ini kondisinya ketakutan dan tidak mandi selama libur sekolah. Padahal menurut gurunya, dulu selama sekolah kondisinya bagus. Semoga bisa segera tertangani dan sembuh," ujar Yuli.

Sedangkan Sub Koordinator Penyakit Tindak Menular (PTM) Dinkes Grobogan Subandi menambahkan, menyayangkan keterlambatan laporan dari masyarakat.

"Baru dapat laporan beberapa hari yang lalu. Dengan kondisi yang sudah seperti ini. Kami langsung mengajak petugas puskesmas untuk melakukan penjemputan. Terpenting segera tertangani dulu secara medis," imbuhnya.

Karena seluruhnya tak memiliki identitas, karena enggan melakukan peremakan KTP selama ini. Tim langsung memasukkan ke dalam bantuan sosial (bansos).

"Terpenting yang anak ini bisa segera tertangani. Kami rasa ada depresi akibat beberapa kemungkinan, ini masih dicek dulu kebenarannya. Sambil menunggu kondisinya sedikit tenang,” imbuhnya.

Sedangkan Kades Jetaksari Triyono mengaku sudah menggerakkan warga untuk melakukran rehab rumah mereka.

“Tadi rumahnya langsung kami robohkan, kemudian kami bangun menggunakan dana desa (DD) rumah tidak layak huni (RTLH). Untuk bagian depan pakai dana RTLH sedangkan yang satunya secara swadaya,” imbuh kades. (int)

Editor : Abdul Rokhim
#pulokulon #ODGJ #gubuk reyot #Satu Rumah