GROBOGAN - BPBD Grobogan tengah mengusulkan rekonstruksi 10 titik jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana di awal tahun ini.
Pengusulan tersebut ditujukan langsung ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Grobogan Bondan Pujanarko mengatakan, total usulan 10 titik tersebut senilai Rp 43,6 miliar.
Titik tersebut rusak pasca bencana banjir yang dua kali menerjang KAbupaten Grobogan pada awal tahun lalu.
Diungkapkan, sejumlah lokasi yang diusulkan antara lain, Jalan Ngaringan-Dumpil, ruas jembatan Jalan Brati-Tegalsumur, ruas jembatan Jalan Simo-Mlowo, ruas jembatan dan ruas Jalan Desa Gempolpayung, ruas Jalan Tuko-Simo, ruas jalan dan Jembatan Keyongan-Suwatu, ruas Jalan Mlowo-Randurejo.
Kemudian, jembatan ruas Jalan Krai-Jambangan, jembatan ruas Jalan Tirem-Temon, dan jembatan Kedungmacan ruas Jalan Kuwu-Karangrejo.
”Untuk masing-masing usulan berbeda-beda nominalnya, mulai dari Rp 1,2 miliar hingga Rp 10 miliar. Digunakan untuk rehab dan rekonstruksi, baik untuk pembangunan jembatan itu sendiri, jalan dan juga talud. Rata-rata kerusakan disebabkan akibat faktor bencana. Sehingga memang menjadi ranahnya BNPB,” imbuhnya.
Menurutnya, BPBD terus mengupayakan bagaimana infrastruktur yang rusak bisa segera diperbaiki, baik untuk jembatan dan jalan.
Semua kerusakan yang tidak bisa di-cover pemkab, bisa diusulkan kepada pemerintah pusat untuk dilakukan perbaikan.
”Adanya usulan ke BNPB karena memang anggaran pemkab untuk perbaikan infrastruktur sangatlah terbatas. Sehingga perlu upaya lain seperti ini,” harapnya. (int/ali)
Editor : Abdul Rokhim