GROBOGAN - Tahun ini Kabupaten Grobogan hanya memberangkatkan satu kepala keluarga (KK) dalam transmigrasi ke Sulawesi Selatan.
Padahal antrean pendaftaran di Sibarduktrans (Sistem Penataan Persebaran Penduduk di Kawasan Transmigrasi) sudah mencapai 50-an KK.
Kepala Disnakertrans Grobogan Teguh Harjokusumo melalui Kabid Penempatan Achmad Zamroni mengatakan, keterbatasan kuota didapat sejak tahun lalu.
Di mana hanya bisa memberangkatkan satu kuota.
Lantaran kuota yang diberikan pusat untukJateng hanya untuk 16 KK.
“Setelah melewati seleksi, dinyatakan lolos. Syarat mutlak pengiriman transmigran adalah yang status pernikahannya sah secara agama dan negara," ujar Rony.
"Diputuskan yang berangkat bernama Waluyo warga Desa Tanggirejo Kecamatan Tegowanu. Kesehariannya bekerja sebagai petani dan berjualan siomay keliling,” jelasnya.
Nantinya, calon transmigran tersebut akan diberangkatkan ke Satuan Permukiman Lagading Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan.
Mereka di sana akan mendapatkan 3L (layak huni, layak usaha dan layak berkembang) yaitu lahan seluas 1,00 hektare.
Dengan rincian, lahan pekarangan seluas 0,10 hektare (kondisi siap tanam), lahan usaha I 0,40 hektare (kondisi siap olah), lahan usaha II 0,50 hektare (kondisi eksisting) dan rumah permanen layak huni.
“Pada 22 Juli ini, mereka akan berangkat pelatihan pertanian di Jogjakarta. Ke deoab juga akan ada pembekalan tambahan, berupa skill elektronik,” imbuhnya.
Menurutnya, antusias warga Grobogan dalam mengikuti program ini cukup tinggi.
Ini merupakan program pemerintah yang mampu meningkatkan taraf hidup warga.
Sayangnya kuota yang disediakan semakin minim. (int/him)
Editor : Ali Mustofa