Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kronologi Lengkap Perempuan Muda Dibunuh di Rumah Kontrakan di Grobogan dengan Mulut hingga Hidung Dilakban

Sirojul Munir • Senin, 24 Juni 2024 | 21:33 WIB
DILARANG MELINTAS: Polres Grobogan memasang garis polisi di lokasi kejadian pembunuhan di rumah kontrakan Dusun Bantengmati, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi.
DILARANG MELINTAS: Polres Grobogan memasang garis polisi di lokasi kejadian pembunuhan di rumah kontrakan Dusun Bantengmati, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi.

GROBOGAN – Dwi Kristiani, warga Dusun Ande-ande, Kelurahan Ngembak, Purwodadi, Grobogan, ditemukan tewas di rumah kontrakan Dusun Bantengmati, RT 3/RW 4, Desa Karanganyar, Purwodadi, Grobogan, Sabtu (22/6) petang.

Saat ditemukan tangan dan kaki terikat. Kemudian mulut hingga hidung tertutup lakban. Diduga perempuan usia 34 tahun itu tewas karena kehabisan nafas.

Jasad korban ditemukan, setelah salah satu warga mendengar teriakan minta tolong dari rumah kontrakan itu.

 

Warga kemudian beramai-ramai datangi lokasi kejadian satu jam setelah kejadian. Karena seluruh pintu terkunci, warga mendobrak pintu depan kontrakan.

Setelah didobrak, Dwi Kristiani ditemukan sudah tewas.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus ini, kejadian bermula ada dua orang laki-laki ngontrak rumah Maskin, warga Dusun Bantengmati, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi.

Rumah itu dikontrakan karena yang punya rumah di Lampung Sumatera Utara.

Pembayaran kontrakan diambil bulanan setiap bulan bayar Rp 700 ribu. Ditempati mulai Jumat (21/6).

Namun, dua orang laki-laki belum menyerahkan identitas diri.

Sehari setelahnya, Sabtu (23/6) korban Dwi Kristiani, ke tempat kontrakan sekitar pukul 16.00 dengan naik sepeda motor.

Kemudian korban masuk ke dalam rumah kontrakan. Pintu rumah ditutup. Terjadi cek antara korban dengan laki-laki pelaku.

Warga sempat mendengar ada teriakan minta tolong. Tetapi karena merasa takut dan urusan orang lain warga tidak mendatangi rumah.

Teriakan itu, terdengar sekitar pukul 17.15 WIB.

Beberapa saat kemudian pelaku dua orang laki-laki meninggalkan lokasi kejadian dan pergi menggunakan sepeda motor pukul 17.30 WIB.

Setelah salat magrib, beberapa warga datang ke lokasi kejadian. Kemudian warga mendobrak pintu rumah kontrakan.

Mereka menemukan korban sudah dalam kondisi terikat kaki dan tanganya. Korban juga dilakban mulut sampai hidungnya.

”Kami kaget mas. Karena baru sehari ini ditempati terus ada kejadian pembunuhan di rumah kontrakan,” kata Marno kakak dari yang punya kontrakan rumah.

”Saya hanya dipasrahi ngurus rumah dan bawa kunci,” ujarnya.

Hal sama juga diungkapkan Ummi tetangga dari rumah kontrakan posisi di belakang rumah.

Saat kejadian sekitar pukul 17.15 WIB dia mendengar ada teriakan minta tolong dan cekcok antara laki-laki dan perempuan. Kemudian ada besi pintu di-jedor-jedorkan.

”Saya kira tetangga saya yang cekcok. Mau magrib kok bertengkar. Terus habis Magrib warga cek ke rumah kontrakan ternyata, ada perempuan meninggal dibunuh,” kata Ummi.

Dia mengaku tidak mengenal korban dan pelaku. Sebab, baru sehari tinggal di rumah kontrakan dan belum izin tetangga.

”Siapa orangnya kami tidak tahu. Baru sehari menempati langsung ada kasus pembunuhan,” terang dia.

Ketua RT 3/RW 4, Dusun Bantengmati, Suparmin mengaku tidak mengetahui siapa pelaku dan korban.

Sebab, belum menyerahkan identitas fotocopy kepada dirinya.  Dimana korban baru menempatinya sehari dan tidak kulonuwun kepada dirinya.

”Siapa pelaku dan korban tidak tahu. Karena baru sehari menempati rumah kontrakan dan belum kirim identitas. Jadi warga banyak yang tidak tahu,” terang dia.

Kejadian itu, dilaporkan ke Polsek Purwodadi dan Polres Grobogan.

Beberapa saat kemudian petugas Inafis Polres Grobogan datang dan mengamankan lokasi kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi.

Kejadian itu, menjadikan puluhan warga sekitar penasaran dan ikut menonton di lokasi kejadian.

Olah TKP kejadian tersebut juga dipimpin langsung Wakapolres Grobogan Kompol Gali Atmajaya.

Setelah pemeriksaan olah TKP berlangsung selama 2,5 jam sampai pukul 21.00 WIB.

Kemudian mayat korban dibawa ke RSUD R Soedjati untuk pemeriksaan menggunakan ambulans untuk dibawa ke RSUD R Soedjati untuk diotopsi.

Dari hasil olah TKP petugas inafis mengamankan lokasi dan beberapa barang bukti.

Seperti sepeda motor, lakban, tali, kasur lantai, kipas angin, botol minuman dan yang lainya.

Kapolsek Purwodadi AKP Dedy Setiyanto mengatakan, perempuan yang tewas itu korban pembunuhan.

Korban ditemukan dalam kondisi disekap. Kaki, tangannya dan mulutnya dibekap dengan lakban.

”Luka-luka ada di pergelangan tangan karena kencangnya tali yang diikat. Korban dibekap tidak bernafas dan akhirnya meninggal,” kata AKP Dedy Setyanto di lokasi kejadian.

Dugaan siapa pelaku yang telah melakukan pembunuhan tersebut, pihaknya mengaku masih dalam tahap penyelidikan.

Korban diduga baru masuk ke kontrakan pada Sabtu sore hari.

”Warga mendengarkan ada suara yang mencurigakan. Akhirnya warga mendatangi lokasi dan mendobrak pintu,” ujarnya.

Tanda-tanda awal korban meninggal dunia karena tidak bisa bernafas, karena korban mulut dan hidungnya ditutup dengan lakban.

Posisi korban berada di dalam kamar. Korban kemudian dibawa ke RSUD R Soedjati Purwodadi untuk dilakukan otopsi.

”Korban sudah menikah,” terang dia. (mun/zen)

 

Editor : Ali Mustofa
#pembunuhan #Dwi Kristiani #meninggal #kontrakan #grobogan #cekcok #lakban #polres