Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Polisi Buru Terduga Pembunuh Seorang Perempuan dengan Kondisi Kaki dan Tangan Terikat di Rumah Kontrakan di Grobogan

Sirojul Munir • Minggu, 23 Juni 2024 | 16:53 WIB
BAWA KORBAN: Petugas Inafis Polres Groogan dan PMI membawa korban pembunuhan perempuan dari rumah kontrakan di Dusun Bantengmati, RT 3/RW 4, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi Sabtu malam (22/6).
BAWA KORBAN: Petugas Inafis Polres Groogan dan PMI membawa korban pembunuhan perempuan dari rumah kontrakan di Dusun Bantengmati, RT 3/RW 4, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi Sabtu malam (22/6).

GROBOGAN – Sesosok mayat perempuan muda yang diduga korban pembunuhan ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Grobogan.

Lokasinya di Dusun Bantengmati, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi.

Saat ditemukan, kondisi jasad perempuan berusia 34 tahun itu dengan tangan dan kaki terikat. Sementara mulut dan hidung tertutup lakban.

Diketahui, korban bernama Dwi Kristiani, warga Dusun Ande-ande Kelurahan Ngembak, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Saat ini polisi berhasil mengamankan berhasil mengamankan lokasi dan beberapa barang bukti.

Seperti sepeda motor, lakban, tali, kasur lantai, kipas angin, botol minuman dan yang lainnya.

Kapolsek Purwodadi AKP Dedy Setiyanto mengatakan, ditemukannya perempuan di rumah kontrakan di Dusun Bantengmati, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi iru diduga karena pembunuhan.

Korban ditemukan dalam kondisi disekap. Kaki, tangannya dan mulutnya disekap dengan lakban.

”Luka-luka ada di pergelangan tangan karena kencangnya tali yang diikat. Korban dibekap tidak bernafas dan akhirnya meninggal,” kata AKP Dedy Setyanto di lokasi kejadian.

Dugaan siapa pelaku yang telah melakukan pembunuhan tersebut, pihaknya mengaku masih dalam tahap penyelidikan.

Korban diduga baru masuk ke kontrakan pada sore hari. Sebelum kejadian korban sempat ada cek-cok dengan laki-laki di dalam rumah dan ada teriakan minta tolong.

”Warga mendengarkan ada suara yang mencurigakan. Akhirnya warga mendatangi lokasi dan mendobrak pintu,” ujarnya.

Tanda-tanda awal korban meninggal dunia karena tidak bisa bernafas, karena korban mulut dan hidungnya ditutup dengan lakban.

Posisi korban berada di dalam kamar. Korban kemudian dibawa ke RSUD R Soedjati Purwodadi untuk dilakukan otopsi.

”Korban sudah menikah. Identitasnya korban diketahui Dwi Kristiani, 34 warga Dusun Ande-ande Kelurahan Ngembak, Kecamatan Purwodadi,” terang dia.

Penemuan tewasnya perempuan ini bikin geger dan jadi tontonan warga.

Berdasarkan laporan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya diberitakan, warga dengan mendobrak rumah karena sebelumnya mendengar suara teriakan minta tolong dan cek cok dengan seorang laki-laki posisinya berada di dalam kamar.

Kejadian bermula ada dua orang laki-laki ngontrak rumah Maskin warga Dusun Bantengmati, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi.

Rumah itu, dikontrakan karena yang punya ada di Lampung Sumatera Utara.

Pembayaran kontrakan diambil bulanan setiap bulan bayar Rp 700 ribu. Ditempati mulai Jumat (21/6). Namun, dua orang laki-laki belum menyerahkan identitas diri.

Sehari setelahnya, Sabtu (23/6) datang ke kontrakan korban Dwi Kristiani, 34 warga Dusun Ande-Ande, Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi datang ke tempat kontrakan sekitar pukul 16.00 WIB dengan menggunakan sepeda motor.

Kemudian korban masuk ke dalam rumah kontrakan. Pintu rumah ditutup dan terjadi cek antara korban dengan laki-laki pelaku.

Warga sempat mendengar ada teriakan minta tolong. Tetapi karena merasa takut dan urusan orang lain warga tidak mendatangi rumah.

Teriakan itu, terdengar sekitar pukul 17.15 WIB. Beberapa saat kemudian pelaku dua orang laki-laki meninggalkan lokasi kejadian dan pergi menggunakan sepeda motor pukul 17.30 WIB.

Setelah salat magrib, beberapa warga datang ke lokasi kejadian.

Kemudian warga mendobrak pintu rumah kontrakan dan menemukan korban sudah dalam kondisi terikat kaki dan tanganya. Korban juga dilakban mulut sampai hidungnya.

Setelah pemeriksaan olah TKP berlangsung selama 2,5 jam sampai pukul 21.00 WIB.

Akhirnya mayat korban dibawa ke RSUD R Soedjati untuk pemeriksaan menggunakan ambulans untuk dibawa ke RSUD R Soedjati untuk diotopsi. (mun)

Editor : Ali Mustofa
#pembunuhan #barang bukti #kontrakan #grobogan #ambulans #polisi #meninggal dunia #lakban #otopsi #perempuan