GROBOGAN - Dalam waktu dekat, Dinas Pertanian Grobogan akan menggelar Grobogan Agro Expo (GAE) VII hingga rekor di kompleks kantor Dinas Pertanian Grobogan di Jalan Diponegoro Purwodadi.
Rekor Muri yang bakal dibuat dengan memanen padi menggunakan ani-ani.
Kepala Dinas Pertanian Grobogan Sunanto mengatakan, kegiatan tersebut rencananya diikuti 600 pemanen tradisional.
Nantinya mereka akan kembali mengenalkan ani-ani saat memanen padi.
”GAE akan berlangsung pada 4-8 Juli. Berbagai acara menarik akan memeriahkan kegiatan bertema ‘Menuju Pertanian Grobogan yang Berdaya Saing’" ujarnya.
"Antara lain gelar teknologi pertanian, pameran alat mesin pertanian, serta agrowisata. Namun, yang paling menarik perhatian adanya rekor Muri,” jelasnya.
Menurutnya, Gen-Z pasti asing dengan istilah ani-ani.
Lantaran saat ini alat tersebut sudah susah ditemukan, bahkan saat ini panen padi telah menggunakan combine mesin panen yang cukup canggih.
”Dulu alat ini populer ya. Ani-ani ini merupakan pisau pemotong padi dari kayu dan bambu saling menyilang dengan pisau kecil yang ditancapkan pada bagian muka kayu," ujarnya.
"Karena sudah jarang ditemukan, kami ingin kenalkan kembali ke Gen-Z kalau dulu panen padi butuh effort besar,” imbuhnya.
Selain rekor Muri, Sunanto menambahkan, acara lain yang juga menarik untuk diikuti yakni bimtek dan temu usaha, ngopi tani, dan berbagai macam lomba.
Lomba yang digelar antara lain lomba vlog Agro Expo, menu olahan kedelai, asah terampil, street fashion photography, mewarnai kreatif, hingga jagung raja.
”Untuk lomba fashion street, nanti peserta akan memakai pakaian petani sehari-hari. Boleh bawa pacul, sabit, bahkan boleh telanjang dada (bagi laki-laki) sebagaimana seorang petani yang bekerja di sawah,” paparnya. (int/him)
Editor : Ali Mustofa