GROBOGAN - Masa aktif pemakaian zona aktif di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Ngembak terus berkurang.
Agar bisa mengurangi sampah masuk di TPA. Rencananya dalam waktu dekat akan dibangun pusat daur ulang (PDU) sampah senilai Rp5 miliar.
Kabid Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappeda Grobogan Candra Yulian Pasha mengatakan, rencananya pembangunan PDU dilakukan tahun depan.
Bersumber dari APBD senilai Rp 5 miliar.
”Anggaran tersebut dipakai untuk pembelian alat pengolah sampah, proses landfill mining di zona pasif senilai Rp 1 miliar," ungkapnya.
"Kemudian untuk perbaikan alat berat seperti eksavator dan bulldozer, serta BBM,” jelas Candra.
Menurutnya, melalui PDU ini mampu menangani sampah hingga 15-20 ton per hari.
Namun, daur ulang sampah itu akan melalui proses panjang hingga menggandeng pihak ketiga (RED, PT Semen Grobogan).
”Saat di Pusat Daur Ulang, timbulan sampah akan melalui beberapa proses. Untuk proses conveyor yang residunya akan dilakukan piroliosis," ujarnya.
"Sedangkan sampah yang masuk mesin gibrig berupa refuse derived fuel (RDF) akan diolah ke mesin cacah plastik RDF,” jelasnya.
Bahkan, untuk hasil pemanfaatan RDF akan disetor langsung kepada pihak ketiga.
Namun, harus sesuai spesifikasi kadar air berapa persen dengan yang mereka harapkan.
”Sampah RDF ini akan mereka manfaatkan jadi bahan bakar alternatif. Pemanfaatan RDF dalam produksi semen tak hanya membantu mengatasi persoalan sampah yang kerap menimbulkan masalah lingkungan dan sosial, tapi juga solusi menurunkan emisi karbon yang menjadi penyebab pemanasan global,” tegasnya.
Ke depan, jika berhasil. PDU akan mulai dikembangkan di empat tempat lainnya seperti di Kecamatan Godong, Gubug, Wirosari dan Gabus. (int/ali)
Editor : Ali Mustofa