GROBOGAN – Ratusan besi penutup sistem drainase atau inlet jalan menuju gorong-gorong bawah trotoar di Jalan R Suprapto hilang.
Akibatnya, lumpur serta sampah organik maupun anorganik mengendap dan menyumbat saluran.
Hardi, seorang tukang becak yang mangkal di sebelah utara SPBU Pertamina Jalan R Suprapto mengatakan, tidak mengetahui persis kapan hal itu terjadi.
"Awalnya, hanya satu persatu hilangnya. Lama-lama kok rata hilangnya," sebutnya Kamis (6/6).
Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, dari arah Simpanglima Purwodadi masuk ke Jalan R Suprapto sampai jalan depan Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum tutup bak kontrol inlet tersebut tampak tak diperhatikan.
Banyak yang terkubur material maupun menjadi tempat sampah.
Selain masalah sampah dan keamanan pengguna jalan, salah satu warga Kampung Jetis, Kelurahan Purwodadi, Indah juga merasa khawatir dengan genangan air di area tersebut.
"Apalagi saat ini sedang banyak terjadi kasus DBD. Takutnya itu jadi tempat berkembang biak nyamuk," resahnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas PUPR Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan Jalan R Suprapto dari Simpanglima sampai RS Yakkum memiliki panjang sekitar 1.5 kilometer.
"Inlet yang masuk ke trotoar itu kurang lebih 620 buah. Berada di sisi barat dan timur sepanjang jalan," tanggapnya.
Menurut Wahyu memang kondisi saat ini banyak penutup yang hilang dan rusak.
"Walaupun demikian untuk inlet tersebut tetep dilakukan pemberian dan pemeliharaan dari dari sumbatan sampah dan kotoran," ujarnya.
Tahun depan lanjut Wahyu, telah diusulkan paket penanganan Jalan R Suprapto, termasuk untuk perbaikan inlet yang banyak hilang tersebut.
"Desain penutupnya akan dibuat engsel yang menyatu dengan frame induk. Sehingga paling tidak akan menyulitkan atau perlu waktu lama untuk mengambil besi penutupnya," ujarnya.
"Kemarin itu model frame utama penutup inlet masih engsel biasa, jadi mudah diangkat dan dibawa," jelasnya. (fik/him)
Editor : Ali Mustofa