GROBOGAN - Guna memastikan kondisi makanan dan minuman untuk calon jemaah haji kloter 59 dan 62 aman dikonsumsi, Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan melaksanakan pengujian organoleptik pada Senin (27/5).
Diketahui, pengujian Organoleptik merupakan pengujian sampel makanan secara sederhana.
Dengan melakukan penglihatan yang berhubungan dengan warna kilap, viskositas, ukuran dan bentuk, volume kerapatan dan berat jenis, panjang lebar dan diameter serta bentuk bahan melalui Indera peraba yang berkaitan dengan struktur, tekstur dan konsistensi.
"Selain dilakukan uji Organoleptik, juga dilakukan pengecekan administrasi pada jasa boga yang menyediakan. Tentunya harus memiliki perizinan sesuai ketentuan yang berlaku, seperti nomor induk berusaha (NIB) jasa boga hingga sertifikat laik hygiene sanitasi (SLHS).
Selanjutnya sampel makanan dan minuman ini dikirim ke embarkasi untuk dilakukan uji laboratorium oleh pihak terkait," ujar sub koordinator Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Grobogan, Jati Yuswaningsih.
Menurutnya, melalui uji sederhana ini untuk mengetahui kondisi makanan yang diedarkan tidak basi. Karena dalam pemberangkatan calon jemaah haji tentunya jasa boga yang diminta harus mampu menyediakan makanan ribuan boks.
"Sehingga wajar kami melaksanakan kegiatan ini, untuk memastikan makanan aman dikonsumsi dan tidak basi," tandas subkoordinator kesehatan lingkungan ini.
Dalam kegiatan uji organoleptik semua makanan dinyatakan layak dikonsumsi.
Selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di embarkasi yang kaitannya dengan penggunaan bahan tambahan pangan yang berbahaya seperti boraks, formalin, metil yellow, rhodamin B dan lain sebagainya.
Editor : Abdul Rokhim