Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Wow! Perbaikan Telan Anggaran Rp 1.6 Miliar, Rumput Stadion Krida Bhakti Purwodadi bakal Berstandar FIFA

Fikri Thoharudin • Rabu, 24 April 2024 | 17:58 WIB
DIKEBUT: Pekerja meratakan permukaan lapangan Stadion Krida Bhakti Purwodadi sebelum ditanami rumput pada Selasa (23/4).
DIKEBUT: Pekerja meratakan permukaan lapangan Stadion Krida Bhakti Purwodadi sebelum ditanami rumput pada Selasa (23/4).

GROBOGAN — Progres perbaikan Stadion Krida Bhakti Purwodadi yang menelan sekitar Rp 1,6 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kian terlihat.

Hingga Selasa (23/4) perbaikan itu telah mencapai 70 persen.

Pelaksana dari CV Simpatik Karya Mandiri Wahyu Budiono menyampaikan, pihaknya sedang mengebut persiapan media tanam rumput.

”Ini masuk pekan ke-12 dan terus gerak cepat. Setelah selesai pengurukan, sekarang dilakukan perataan elevasi tanah sebagai media tanam rumput," ujarnya.

Pogan Jaya, pelaksana penanaman rumput dari Rumput Kita Landscape mengungkapkan, rumput yang akan digunakan di stadion kebanggaan orng Grobogan itu, berstandar Federation Internationale de Football Association (FIFA).

”Jenis rumputnya Zoysia Matrella (L) Merr. Jenis inilah standar FIFA yang saat ini terbaik untuk wilayah beriklim tropis. Didatangkan dari Bogor dan Pandeglang," ungkapnya.

Sembari perataan lapangan, akan dilakukan proses penyemprotan menggunakan herbisida untuk mencegah tumbuhnya gulma.

”Untuk satu lapangan butuh lima liter herbisida yang dicampur dengan air sekitar 15 liter. Bila diperlukan juga dilakukan penyemprotan susulan, mengingat masih sering hujan," katanya.

Pogan menyebut, biji-biji gulma atau tanaman liar yang terbawa angin maupun burung tidak akan tumbuh jika sudah terkena cairan herbisida tersebut.

”Selain itu juga dilakukan secara manual (cabut, Red) terhadap rumput-rumput yang sudah tumbuh," ujarnya.

Dia menambahkan, proses paling lama ialah perataan permukaan lapangan. Sebab, jika tidak rata bisa terjadi genangan air, sehingga rumput mudah busuk dan mati.

”Pekan ini akan dimulai (penanaman rumput). Kami akan memberdayakan masyarakat setempat (ibu-ibu, Red) sejumlah 30 orang untuk penanaman rumput," imbuhnya. (fik/lin)

Editor : Abdul Rokhim
#persipur #FIFA #grobogan #purwodadi #renovasi #rumput