GROBOGAN - Masyarakat khususnya pedagang yang membuka usaha di kompleks Wisata Wonosari geger hingga melakukan blokade.
Hal itu lantaran wisata Waduk Kedung Ombo (WKO) yang sebelumnya resmi ditutup untuk umum pada September 2017 akan kembali dibuka.
Padahal sebelumnya mereka tersisih dari tempat itu dan secara kolektif membuat destinasi wisata baru (Wisata Wonosari) yang kemudian di kelola oleh BUMDes Gemilang Desa Rambat, Kecamatan Geyer.
Hal itu diungkapkan pengelola Wisata Wonosari, Nardi.
Ia menyampaikan, masyarakat mempersoalkan standar ganda mengenai perizinan tersebut.
"Inikan objek vital, tidak boleh ada kegiatan apapun termasuk pariwisata. Tapi yang terjadi malah ada agenda launching perusahaan air mineral," resahnya.
Meskipun secara izin hanya satu bulan yakni 15 April hingga 15 Mei 2024, akan tetapi masyarakat setempat masih memiliki kekhawatiran tersendiri.
"Kalau jelas ada pembukaan di situ jelas Wisata Wonosari sepi. Belum lagi di Gardu Pandang Waduk Kedung Ombo tidak boleh dilakukan kegiatan. Ini kok malah ada hiburan musiknya juga," tambahnya.
Sementara itu, pedagang di Wisata Wonosari dulunya juga merupakan penyintas di WKO.
Mereka mengaku selama lima tahun tertatih-tatih mencari tempat secara mandiri karena tidak diperbolehkan jualan di WKO.
"Itu memang sebulan tapi yang ditakutkan nanti berlanjut buka wisata kalau betul-betul ramai. Padahal 50-an pedagang di sini dulunya mantan pedagang di situ," celetuk Purwati, 57, salah satu pedagang.
Dia bersama pedagang yang lain merasa dipermainkan dengan adanya hal tersebut.
Baca Juga: Meski Harganya Murah, Mengkonsumsi Ikan Lele Ternyata Sangat Bagus Untuk Pertumbuhan Anak!
"Kami seperti diontang-antingke. Padahal selama ini kami merintis Wisata Wonosari dari nol sampai jadi seperti ini. Warga sini kemudian diminta nyari sandang pangan piye?" ujarnya.
Pihaknya berharap agar semua dapat diselesaikan dengan semestinya.
Sesuai dengan unggah-ungguh masyarakat desa.
"Tahu-tahu dari atas kok ada izin pembukaan itu, kan sakit. Di sini saja sudah ada berbagai macam pedagang," tandasnya.(fik)
Editor : Dzikrina Abdillah