GROBOGAN - Berniat silaturahmi ke rumah simbah HH, bocah delapan tahun, asal Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, tewas tenggelam di aliran Sungai Karangasem.
HH asal Kecamatan Randublatung, Blora, silaturhami ke rumah neneknya di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, beberapa hari.
Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (5/4) sekitar pukul 09.00 WIB.
Salah satu saksi yang juga warga Desa Karanganyar, Kusrini, 44, menyampaikan sebelumnya melihat korban sedang bermain di tepi sungai.
"Saya memperingatkan agar tidak main di situ," pesannya saat melewati jalan di sekitar sungai.
Selang lima belas menit Kusrini kembali melewati jalan tersebut dan melihat hanya terdapat mainan mobil-mobilan plastik warna orange.
"Kok bocah tadi tidak ada. Kemudian saya menanyakan pada ibunya," cemas Kusrini selaku tetangga.
Sebelumnya, HH sempat minta makan kepada ibunya. Namun setelah itu keluar rumah dan bermain tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Dari kejadian tersebut segera melapor kepada Polsek Purwodadi.
Setelah mendapat laporan pihak polsek meliputi Kapolsek, Kanit Reskrim, piket SPKT Polsek Purwodadi, bersama dengan piket reskrim mendatangi tempat kejadian perkara.
Tak hanya itu, tim SAR BPBD juga turun untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Diketahui Sungai Karangasem memiliki kedalaman sekitar empat meter dan lebar enam meter.
Usai dilakukan pencarian, beberapa saat kemudian ditemukan anak tersebut dalam keadaan tenggelam di dasar sungai.
"Korban mengeluarkan air atau busa dari bagian mulut, hidung dan telinga," ungkap Kapolsek Purwodadi AKP Dedy Setyanto.
Saat diangkat, diberi pertolongan pernapasan, dan dilakukan pemeriksaan terhadap korban oleh tenaga medis. Namun kondisinya sudah tidak dapat diselamatkan.
Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dari pihak keluarga dengan diwakili oleh ibu kandung tidak berkenan dilakukan autopsi.
Dengan membuat serta menandatangani surat pernyataan di atas materai, keluarga telah menerima, serta tidak akan menuntut dalam bentuk apapun.
"Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan," pungkasnya. (fik/zen)
Editor : Ali Mustofa