GROBOGAN – Pemenang lomba bonsai tingkat nasional di Grobogan telah diumumkan.
Salah satu kontestan berhasil mendapatkan door prize seekor sapi.
Tanaman bonsai tersebut bernama Hokianti, berukuran 63 cm. Pemiliknya berinisial AR SS warga Gresik, Jawa Timur (Jatim).
Bonsai tersebut jadi pemenang kategori Best Ten.
Sedangkan yang menjadi pemenang lomba bonsai kali ini adalah pohon Anting Putri milik H Ulin Nuha dari Kabupaten Jepara.
Pohon bonsai tersebut terpilih sebagai Best In Class dan Best In Show.
Pameran dan lomba bonsai tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Grobogan ke-298.
Saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi pameran, berbagai ukuran terlihat dengan jenis bonsai terlihat cantik terpajang.
Tempatnya di halaman gedung serba guna Dewi Sri, Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.
Ada 755 bonsai yang dilombakan dalam tingkat nasional ini.
Beberapa peserta berasal dari seluruh provinsi. Mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Bahkan ada juga dari NTT hingga Sumatera.
“Hadiah utama yang direbutkan berupa satu ekor sapi,” ujar Panitia penyelenggara Kukuh Prasetyo Rusady.
Baca Juga: Presiden Jokowi Mendadak Batalkan Berkunjung ke Kudus Usai Tinjau Banjir Demak, Ada Apa?
Meskipun persiapan sempat terkendala karena adanya musibah banjir, namun acara tetap menyedot perhatian bahkan oleh para pencinta bonsai dari luar Jawa
Menurutnya, kejuaraan bonsai tingkat nasional baru pertama digelar di Kabupaten Grobogan ini diinisiasi Persatuan Pecinta Bonsai Indonesia (PPBI).
Ada empat kategori kelas yang dilombakan, yaitu utama, madya, pratama dan prospek.
Pameran bonsai ini memperebutkan juara satu, dua dan tiga. Masing-masing ada juara best masing-masing kelas.
Untuk penilaiannya, lanjut Kukuh, dari akar sebagai penunjang kehidupan, anatomi bonsai (cabang dan ranting) proposional, keindahan, dan performance termasuk tempat untuk meletakkan.
Pria yang menjabat sebagai sekretaris dinas pertanian ini mengaku bangga dan terasa terhormat lantaran Kabupaten Grobogan dapat disinggahi event bergengsi ini.
Menurutnya, membonsai merupakan kegiatan yang amat filosofis. Mengajarkan kesabaran, ketekunan dan sikap mencintai alam.
"Kalau dibuat bonsai nilainya bertambah. Tanaman yang awalnya memiliki harga murah bisa jadi dihargai beribu kali lipat apabila sudah jadi," sampaikannya.
"Masyarakat bisa ngabuburit ke sini. Menyaksikan puluhan jenis tanaman yang dibuat bonsai. Serta dapat melihat secara langsung bonsai-bonsai terbaik," imbaunya.
Masyarakat juga dapat melihat demo bonsai secara langsung sembari belajar tahapan-tahapan dasar yang perlu dipahami dalam membonsai.
"Monggo datang dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Pameran dibuka hingga 26 Maret," pungkasnya. (mun/fik)
Editor : Ali Mustofa