GROBOGAN - Imbas banjir yang merendam rel di Semarang menyebabkan pemberangkatan sejumlah kereta api di Grobogan dibatalkan.
Salah satunya warga Kedungmulyo, Toroh, Suparman, 53.
Dia terpaksa menunda mengantarkan kakaknya berobat ke Semarang.
"Saya sudah pesan tiket Kedungsepur seharga Rp 10 ribu per kursi seminggu yang lalu untuk empat orang.
Ternyata kereta tidak bisa berangkat karena rel kebanjiran," jelasnya Kamis (14/3).
Penumpang lain, Setiawati, 29, juga kecelik dengan adanya pembatalan keberangkatan kereta.
"Saya beli tiket baru semalam karena paginya mau ngurus cek perusahan di salah satu bank di Semarang," ungkapnya.
Setiawati memilih kereta karena dia berpikir perjalanan akan ringkas.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengkonfirmasi keterlambatan atau batalnya kereta disebabkan adanya genangan air di beberapa titik antara Km 2 hingga Km 5.
"Akibat banjir di Semarang itu, relasi jalur di Alastua tidak bisa dilewati.
Karena ketinggian air setinggi 37 Cm di atas kepala rel," terangnya.
Adapun beberapa perjalanan kereta yang dibatalkan meliputi, KA Kedungsepur relasi Semarang Poncol - Ngrombo.
KA Ambarawa Ekspres relasi Semarang Poncol - Surabaya Pasar Turi.
KA Blora Jaya relasi Cepu - Semarang Poncol.
KA Banyubiru relasi Semarang Tawang Bank Jateng - Solo Balapan.
Saat ini telah dilakukan rekayasa pola operasi bagi kereta api DAOP 4 Semarang.
Misal KA dengan tujuan akhir Surabaya atau sebaliknya tidak melintas jalur utara. Tapi ke lintas selatan.
"Dari Stasiun Gambringan belok Gundih terus ke Solo - Yogyakarta- Purwokerto kemudian baru ke utara lagi masuk lewat Cirebon.
Begitu pun sebaliknya," tambahnya.
Adapun bagi kereta yang pemberangkatannya dibatalkan seperti KA Kedungsepur pihaknya menjamin uang tiket dikembalikan 100 persen.
"Silakan untuk mengurus tiket hingga tujuh hari ke depan di loket-loket stasiun. 100 persen uang kembali di luar biaya pesan," ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan upaya dari KAI untuk menormalkan kembali aktivitas perkeretaapian yaitu menyedot air dengan pompa.
Dan menyiapkan alat serta materialsiaga penangan banjir.
"Kami mewakili PT KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan maupun pembatalan kereta api ini," utarakannya. (fik)
Editor : Noor Syafaatul Udhma